Prioritaskan Bangun TPT Cegah Longsor di Desa Palangbesi Lumbang Probolinggo

Didik Purwanto • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 07:23 WIB
KOKOH: Kepala Desa Palangbesi, Saman menunjukkan hasil pembangunan TPT didusun Kranggan, RT/RW 12/4, yang sebelumnya berupa tebing tanah. (Foto: Didik Purwanto/Jawa Pos Radar Bromo)
KOKOH: Kepala Desa Palangbesi, Saman menunjukkan hasil pembangunan TPT didusun Kranggan, RT/RW 12/4, yang sebelumnya berupa tebing tanah. (Foto: Didik Purwanto/Jawa Pos Radar Bromo)

Pemerintah Desa Palangbesi, Kecamatan Lumbang memprioritaskan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Dusun Kranggan RT/RW 12/4 pada tahun 2026. Infrastruktur sepanjang 40 meter dengan tinggi dua meter itu dibangun untuk mengantisipasi longsor saat musim hujan.

SELAMA ini, kondisi tebing tanah di lokasi tersebut rawan longsor hingga mengancam badan jalan dan rumah warga di sekitarnya. Bahkan, apabila tidak segera ditangani, longsoran dikhawatirkan memutus akses menuju dusun lain. Atas dasar itu, usulan pembangunan TPT menjadi salah satu prioritas dalam Musyawarah Desa (Musdes).

“Pembangunan TPT diprioritaskan karena menyangkut keselamatan warga. Longsor mengancam akses jalan dan rumah penduduk, sehingga harus segera ditangani agar tidak berdampak lebih luas,” kata Kepala Desa Palangbesi, Saman.

Pemerintah desa juga merencanakan peningkatan jalan aspal di Dusun Kranggan RT/RW 14/4 melalui Dana Afirmasi. Ruas jalan tersebut dipilih karena hingga kini belum pernah mendapatkan penanganan sehingga kondisinya masih memerlukan peningkatan jalan yang lebih layak.

Selain infrastruktur, desa juga mengalokasikan satu unit program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) bagi 10 keluarga penerima manfaat (KPM). Penerima ini kategori kemiskinan ekstrem.

Menurut Saman, setiap program ditetapkan berdasarkan skala prioritas hasil musyawarah bersama masyarakat. Dengan cara itu, anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif untuk menjawab kebutuhan yang paling mendesak.

"Kami berusaha bekerja semaksimal mungkin dan menerima  masukan masyarakat melalui musyawarah bersama. Meski anggaran dana desa saat ini terbatas, pembangunan tetap kami arahkan pada kebutuhan yang benar-benar menjadi prioritas warga," beber Saman.

REMAJA SEHAT: Ketua TP PKK Desa  Palangbesi Kusrini (Kerudung Coklat), memberikan Tablet Penambah darah dan PMT kepada seorang remaja putri peserta Posyandu. (Foto: Didik Purwanto/Jawa Pos Radar Bromo)
REMAJA SEHAT: Ketua TP PKK Desa  Palangbesi Kusrini (Kerudung Coklat), memberikan Tablet Penambah darah dan PMT kepada seorang remaja putri peserta Posyandu. (Foto: Didik Purwanto/Jawa Pos Radar Bromo)

Perkuat Layanan Kesehatan Warga

PEMERINTAH Desa Palangbesi, Kecamatan Lumbang, konsisten memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang didukung anggaran sebesar Rp 89 juta. Program tersebut melayani 232 balita, 30 ibu hamil, dan 791 lansia dengan melibatkan 37 kader Posyandu yang tersebar di Dusun Krajan, Sono, Pijetan, dan Kranggan.

Selain pelayanan rutin bagi balita, ibu hamil, dan lansia, Posyandu juga memberikan makanan tambahan (PMT) bergizi serta pembinaan kesehatan remaja. Dalam kegiatan Posyandu Remaja di Dusun Kranggan, Ketua TP PKK Desa Palangbesi, Kusrini, turut membagikan tablet tambah darah (TTD) kepada remaja putri.

Pemberian TTD bertujuan mencegah anemia akibat menstruasi. Remaja putri dianjurkan mengonsumsi satu tablet setiap minggu dan sesuai dosis saat menstruasi. 

Tablet tersebut mengandung zat besi elemental dan asam folat yang berfungsi menjaga pembentukan sel darah merah serta mendukung kesehatan reproduksi.

"Tablet tambah darah penting dikonsumsi secara rutin agar remaja putri terhindar dari anemia, sehingga tidak mudah lelah, pusing, maupun lemas. Ini juga menjadi investasi kesehatan jangka panjang sejak masa remaja untuk memutus rantai stunting pada generasi berikutnya." ujar Kusrini.

Kusrini menambahkan, Posyandu ILP menjadi salah satu layanan dasar yang terus dipertahankan meski pemerintah desa menghadapi keterbatasan anggaran. Pelayanan kesehatan tetap menjadi prioritas agar kualitas hidup masyarakat di empat dusun dapat terus terjaga.

"Peran kader Posyandu sangat penting karena mereka menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa. Sinergi antara kader, PKK, bidan desa dan masyarakat harus terus dijaga agar program ini berjalan berkelanjutan," tutupnya.

MENGAYOMI: Kepala Desa Palangbesi, Saman. (Foto: Didik Purwanto/Jawa Pos Radar Bromo)
MENGAYOMI: Kepala Desa Palangbesi, Saman. (Foto: Didik Purwanto/Jawa Pos Radar Bromo)

 

RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2026

·         Pembangunan TPT di dusun Kranggan, RT/RW 12/4

·         Peningkatan Jalan Aspal dusun Kranggan RT/RW 14/4,

·         Rehab RTLH 1 Unit.

·         Pemberian BLT DD 10 KPM

·         Posyandu  untuk balita, ibu hamil, lansia

(dik/fun/*)

Editor : Abdul Wahid
transparasi desa kecamatan lumbang desa palangbesi