Harga Tembakau di Probolinggo Diprediksi Tembus Rp 80 Ribu Per Kg

Agus Faiz Musleh • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 15:59 WIB
SUBUR: Salah satu ladang tembakau milik warga di Desa Patalan yang kini sedang masa tanam. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
SUBUR: Salah satu ladang tembakau milik warga di Desa Patalan yang kini sedang masa tanam. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

KRAKSAAN, Radar Bromo– Harga tembakau di Kabupaten Probolinggo diprediksi kembali melonjak pada musim panen tahun ini.

Bupati Probolinggo Mohammad Haris memastikan, tembakau akan mulai buka di harga Rp 40.000 – Rp 50.000 per kilogram.

Haris mengatakan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memantau perkembangan musim tembakau tahun ini.

Mulai dinas terkait, DPRD Kabupaten Probolinggo, pemilik gudang tembakau, hingga Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Menurutnya, harga pembukaan tembakau tahun ini diprediksi jauh lebih tinggi dibandingkan musim panen tahun lalu.

Kondisi itu menjadi indikator bahwa harga masih berpotensi terus naik seiring berlangsungnya musim panen.

"Tahun ini harga bukaan diperkirakan di kisaran Rp 40.000 hingga Rp 50.000 per kilogram. Jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Dengan perkirakan itu, harga tembakau bisa mencapai Rp 70.000 sampai Rp 80.000 per kilogram seiring panen," kata Haris.

Namun, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah antisipasi agar tingginya harga tidak diikuti persoalan lain yang justru merugikan petani.

Baca Juga: Wilayah Tanam Tembakau di Kabupaten Probolinggo Bertambah, Produksi Diprediksi Melimpah

Prospek harga tinggi, menurutnya, membuat minat petani menanam tembakau meningkat.

Dampaknya, kebutuhan pupuk di lapangan ikut melonjak. Di sisi lain, pemerintah menerima informasi tentang indikasi adanya pihak-pihak yang memanfaatkan situasi dengan menimbun pupuk demi memperoleh keuntungan.

"Karena tembakau mulai mahal, akhirnya banyak yang menanam. Dampaknya muncul kelangkaan pupuk. Di sini juga ada spekulan yang bermain, menyimpan stok dan sebagainya. Ini terus kami pantau agar kebutuhan pupuk tetap tersedia dengan baik," katanya.

Selain mengawasi distribusi pupuk, menurutnya, pemkab juga memantau gudang-gudang tembakau sejak awal musim panen.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan proses pembelian hasil panen berjalan normal dan harga di tingkat petani tetap sesuai kondisi pasar.

"Dari kemarin teman-teman sudah turun langsung untuk memastikan kondisi panen pertama, pembukaan gudang, serta perkembangan harga tembakau. Semua itu akan terus kami evaluasi," ujarnya.

Bila ditemukan persoalan yang memerlukan penanganan langsung di lapangan, menurutnya, pemerintah daerah tidak menutup kemungkinan melakukan inspeksi ke gudang-gudang tembakau.

"Kalau nanti ada kondisi khusus yang memang membutuhkan kehadiran saya di lapangan, tentu kami akan turun langsung untuk melakukan pengecekan," katanya. (mu/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
harga tembakau gus haris dprd hkti probolinggo