KRAKSAAN, Radar Bromo- Retribusi pelayanan persampahan di Kabupaten Probolinggo hingga pertengahan 2026 masih menyisakan pekerjaan yang tidak ringan. Dari target penerimaan Rp 3,2 miliar, realisasinya baru mencapai sekitar Rp 1,6 miliar atau 50 persen.
Namun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo optimistis targetnya tercapai. Peluang untuk memenuhi target pada akhir tahun masih terbuka, seiring bertambahnya objek layanan pengangkutan sampah.
Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Roby Siswanto mengatakan, penerimaan retribusi selama ini ditopang oleh layanan pengangkutan sampah yang diberikan kepada berbagai kelompok pelanggan. Selain kawasan perumahan, layanan juga mencakup rumah makan, pasar, serta sejumlah objek pelayanan lainnya yang menjadi wajib retribusi.
“Kami optimistis target tersebut masih dapat dicapai hingga akhir tahun," katanya.
Menurutnya, optimisme tersebut didasarkan pada bertambahnya potensi pelanggan baru yang mulai memanfaatkan layanan pengangkutan sampah milik pemerintah daerah. Salah satunya berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah menjalin nota kesepahaman dengan DLH untuk pelayanan pengangkutan sampah.
“Ada potensi tambahan dari SPPG yang sudah melakukan kerja sama melalui nota kesepahaman dengan kami. Sampah dari fasilitas tersebut akan dilayani oleh DLH sehingga menjadi tambahan sumber retribusi," ujarnya.
Bertambahnya objek pelayanan menjadi salah satu strategi untuk menjaga pertumbuhan penerimaan retribusi di tengah meningkatnya kebutuhan pengelolaan sampah. Semakin banyak kawasan dan fasilitas yang menggunakan layanan resmi pemerintah daerah, semakin besar pula peluang peningkatan pendapatan daerah sekaligus memastikan sampah dikelola sesuai ketentuan.
Namun, Roby mengakui, pencapaian target tidak hanya bergantung pada penambahan pelanggan baru. Kepatuhan wajib retribusi serta keberlanjutan layanan juga menjadi faktor penting agar penerimaan daerah tetap stabil hingga akhir tahun.
“Yang terpenting adalah layanan pengangkutan sampah berjalan dengan baik sehingga masyarakat maupun pelaku usaha tetap mempercayakan pengelolaan sampahnya kepada pemerintah daerah. Dengan bertambahnya objek layanan, kami yakin target retribusi tahun ini bisa tercapai," ujarnya. (mu/rud)
Editor : Moch Vikry Romadhoni