DRINGU, Radar Bromo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo sedini mungkin menekan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tim Reaksi Cepat (TRC) disiagakan untuk percepatan penanganan kebakaran.
Upaya ini diperkukan karena musim kemarau mulai terjadi di Kabupaten Probolinggo. Kondisi demikian membuat suhu lingkungan sekitar menjadi lebih panas.
Dalam jangka panjang akan berdampak pada ketersediaan air sehingga menyebabkan hutan dan lahan menjadi lebih gersang.
Gersangnya hutan dan lahan membuat wilayah menjadi lebih rentan terbakar. Setitik api yang timbul baik karena kelalaian warga saat membakar sampah kemudian ditinggal begitu saja.
Serta faktor alam dapat menjadi sebuah bencana kebakaran yang tentunya akan mempengaruhi ekosistem lingkungan. Sehingga perlu dilakukan mitigasi agar karhutla bisa dicegah.
“Karhutla menjadi salah satu potensi bencana yang dapat terjadi saat kemarau. Hal ini tentunya harus disikapi dengan mitigasi potensi bencana dan percepatan penanganannya,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief.
Selama kemarau BPBD menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC). Tim tersebut akan melakukan pemantauan wilayah yang memiliki potensi karhutla. Serta percepatan dalam pemadaman.
Namun demikian, agar pemadaman bisa lebih maksimal koordinasi dengan pihak terkait juga dilakukan.
Sebelumnya BPBD telah memetakan wilayah potensi karhutla. Diantaranya adalah Kecamatan Sukapura, Lumbang, Gading, dan Pakuniran. Lalu Kecamatan Kotaanyar, Krucil, Tiris, dan Paiton. Serta Gending, Banyuanyar, Wonomerto, Sumber dan Kuripan.
“Sebenarnya karhutla juga dapat dicegah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat. Tidak sembarangan menyalakan api,” pungkasnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid