Hendak ke Pasar, Tukang Selep Daging Asal Maron Probolinggo Ini Malah Kena Begal, Kepalanya Dipukul sampai Pingsan hingga Scoopy Raib

Achmad Arianto • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 17:55 WIB
SIAL: Imam yang menjadi korban begal saat masih berada di Puskesmas Maron. (Foto : Istimewa)
SIAL: Imam yang menjadi korban begal saat masih berada di Puskesmas Maron. (Foto : Istimewa)

 

MARON, Radar Bromo-Aksi kejahatan jalanan di Probolinggo tak kunjung mereda dan meresahkan masyarakat.

Setelah Kamis (23/7) lalu begal beraksi di tikungan Pantai Bentar, Gending, aksi kejahatan jalanan  dialami Imam, 30, warga Dusun Krajan, Desa Satreyan, Kecamatan Maron, Sabtu pagi (25/7).

Baca Juga: Begal di Probolinggo Kian Merajalela, Berangkat Kerja 2 Warga Kena Begal di Tikungan Pantai Bentar, 2 Motor Raib

Korban sempat pingsan dipukul pelaku. Motor Honda Scoopy miliknya amblas dibawa kabur kawanan begal.

Aksi pembegalan ini terjadi sekitar pukul 05.00. Korban sehari-hari bekerja di Pasar Maron sebagai tukang selep daging. Saat itu korban hendak berangkat ke pasar maron dari rumah menggunakan motor Honda Scoopy berwarna merah.

Seperti biasanya dari rumah berangkat melintasi ruas jalan Desa Satreyan - Desa Gerongan - Desa Brabe lalu tembus ke Pasar Maron.

Sesampainya di ruas jalan DAM Delapan Desa Brabe, korban diduga dibuntuti oleh enam orang pelaku begal yang berboncengan menggunakan tiga motor.

Begitu melintas di TKP yang merupakan jalan sepi, korban dipepet kemudian dipukul kepalanya. Kerasnya pukulan itu membuat sampai jatuh dari motor hingga diapingsan. Mengetahui korban tak berdaya pelaku kemudian membawa kabur motor yang dikendarai korban.

“Korban merupakan warga Dusun Krajan. Setiap hari memang lewat jalan itu (ruas jalan Desa Brabe, Red). Karena itulah tak menyadari jika dibuntuti pelaku begal. Pelaku kemudian memukul kepala dari belakang,” kata Sekretaris Desa Satreyan Antoni Minggu (26/7).

Korban yang pingsan kemudian ditemukan oleh warga yang melintas. Warga mengetahui jika korban adalah tukang selep daging di Pasar Maron.

Curiga telah menjadi korban aksi begal kemudian membawanya ke Puskesmas Maron untuk mendapatkan pertolongan medis. Saat itulah korban mengaku bahwa dirinya menjadi korban begal dan motor scoopy miliknya sudah dibawa kabur pelaku.

“Ketika pingsan korban ditolong oleh warga. Motornya dibawa kabur oleh pelaku,” ucapnya.

Antoni menjelaskan pada hari yang sama sebenarnya ada dua kejadian begal yang korbannya sama-sama warga Desa Satreyan. Sebelumnya sekitar pukul 04.55. Kawanan begal yang berjumlah enam orang menggunakan tiga motor tersebut. Beraksi di Dusun Krajan, Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron.

Saat itu Wasil, 35, warga Dusun Gentengan, Desa Satreyan, Kecamatan Maron. Karyawati pabrik rokok Sampoerna ini hendak berangkat bekerja menggunakan motor Honda Beat. Setibanya di TKP yang merupakan ruas jalan sepi, korban kemudian didatangi oleh kawanan begal. Bahkan korban sempat mendapatkan pukulan di bagian kepala.

Sayangnya aksi begal tersebut gagal dilakukan setelah tepergok warga yang sedang melintas serta warga yang tinggal di sekitar TKP. Teriakan korban saat mendapatkan pukulan membuat warga setempat berlarian keluar rumah.

Banyak warga yang mendekat membuat kawanan begal ini kemudian melarikan diri. Kejadian percobaan begal ini terekam oleh CCTV.

“Diduga kuat pelaku adalah kawanan begal yang sama. Gagal beraksi di Desa Brani Wetan kemudian cari korban lagi ke arah selatan,” tuturnya.

Humas Polres Probolinggo Ipda Widy Purwa mengatakan, pihak kepolisian belum mendapatkan laporan baik dari masyarakat maupun pihak yang mengaku sebagai korban. Walaupun demikian petugas masih melakukan verifikasi di lapangan untuk memastikan kebenaran informasi curas tersebut.

“Apabila ada masyarakat yang mengetahui atau menjadi korban dari peristiwa tersebut. Kami harap segera melapor agar dapat segera ditindaklanjuti,” tandasnya. (ar/fun)

Editor : Fandi Armanto
Maron scoopy begal