Pemerintah Desa Sidomulyo, Kecamatan Kotaanyar Entas Kemiskinan, Maksimalkan Layanan Kesehatan

Didik Purwanto • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 08:46 WIB
MAKIN MAJU: Kepala Desa Sidomulyo H. Zainuddin Jamil menunjukkan telur hasil peternakan ayam petelur yang dikelola BUMDes Sidoagung Mandiri. (DIDIK PURWANTO/JAWA POS RADAR BROMO)
MAKIN MAJU: Kepala Desa Sidomulyo H. Zainuddin Jamil menunjukkan telur hasil peternakan ayam petelur yang dikelola BUMDes Sidoagung Mandiri. (DIDIK PURWANTO/JAWA POS RADAR BROMO)

PEMERINTAH Desa Sidomulyo, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, memusatkan penggunaan Dana Desa pada pemenuhan layanan dasar masyarakat. Di antaranya, penanganan kemiskinan ekstrem, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), hingga penguatan pelayanan kesehatan melalui Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP).

Bidang kesehatan menjadi perhatian Pemerintah Desa Sidomulyo. Tahun ini, pemerintah desa mengalokasikan anggaran Rp 139 juta untuk menunjang program kesehatan.

Anggaran ini diberikan untuk mendukung operasional kegiatan Posyandu. Program ini melayani 198 balita, 38 ibu hamil, dan 220 warga lanjut usia (lansia) dengan dukungan 27 kader.

Anggaran juga dimanfaatkan untuk pemberian makanan tambahan (PMT). Salah satu tujuannya, sebagai upaya pencegahan stunting dan peningkatan gizi masyarakat.

Kami ingin pelayanan kesehatan semakin dekat dengan masyarakat. Karena itu, Posyandu terus kami perkuat. Apalagi Desa Sidomulyo menjadi satu dari tiga desa di Kecamatan Kotaanyar yang telah menerapkan Posyandu Integrasi Layanan Primer," ujar Kepala Desa Sidomulyo H. Zainuddin Jamil.

SANG PEMIMPIN: H. Zainuddin Jamil, Kepala Desa Sidomulyo.
SANG PEMIMPIN: H. Zainuddin Jamil, Kepala Desa Sidomulyo.

Warga yang tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH) juga diperhatikan. Tahun ini ada lima warga yang mendapatkan bantuan dari Program Rehabilitasi RTLH. Rumah para penerima bantuan ini dinilai sangat memprihatinkan dan diputuskan untuk dibantu sesuai keputusan Musyawarah Desa (Musdes).

Selain RTLH, pemerintah desa kembali mengalokasikan anggaran untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). Anggarannya dialokasikan dari Dana Desa (BLT-DD) khusus warga dengan kategori miskin ekstrem.

Di sisi lain, Desa Sidomulyo masih menghadapi persoalan krusial, berupa kekurangan air bersih. Warga yang tinggal di Dusun Krajan, saat kemarau harus berusaha lebih keras untuk mendapatkan air bersih.

Pemerintah desa pun berusaha memenuhi dengan melakukan pipanisasi. Kini, telah dilakukan pengadaan 35 batang pipa utama, namun kebutuhan keseluruhan mencapai 130 batang, sehingga pengerjaan belum bisa dituntaskan.

Kami berharap masyarakat bersabar karena keterbatasan anggaran tahun ini. Kekurangan pipa akan kembali kami usulkan pada anggaran berikutnya agar program pipanisasi dapat diselesaikan dan kebutuhan air bersih warga segera terpenuhi,” ujarnya. (dik/rud/*)

 

BUMDes Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa

BADAN Usaha Milik Desa (BUMDes) Sidoagung Mandiri milik Desa Sidomulyo terus menunjukkan perkembangan positif. Tak hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, unit usahanya mampu memompa Pendapatan Asli Desa (PADes). Karena itu, diproyeksikan menjadi BUMDes percontohan di Kecamatan Kotaanyar.

Ketua BUMDes Sidoagung Mandiri Muhammad mengatakan, kini BUMDes mengelola usaha peternakan ayam petelur dengan populasi sekitar 350 ekor. Setiap hari, kandangnya mampu memproduksi rata-rata 15 kilogram telur dan kemudian dipasarkan kepada masyarakat sekitar.

Hasil usaha itu menjadi bukti bahwa pengelolaan BUMDes mampu berjalan produktif sekaligus menopang perekonomian desa.

TUMBUH KEMBANG: Kader Posyandu mengukur tumbuh kembang balita dalam kegiatan Posyandu Desa.
TUMBUH KEMBANG: Kader Posyandu mengukur tumbuh kembang balita dalam kegiatan Posyandu Desa.

Kepala Desa Sidomulyo H. Zainuddin Jamil mengatakan, pengembangan usaha tidak berhenti pada sektor peternakan. Tahun ini, pihaknya telah menyiapkan penyertaan modal ketahanan pangan Rp 74,7 juta. Anggaran ini bertujuan memperkuat usaha produktif BUMDes, termasuk pengelolaan lahan sewa seluas 1 hektare yang ditanami padi dan tembakau.

BUMDes ini terus kami dorong agar berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Alhamdulillah sudah menghasilkan, menyumbang PADes, bahkan berpeluang menjadi percontohan di Kecamatan Kotaanyar," ujarnya.

Keberadaan BUMDes bukan sekadar mengejar keuntungan, melainkan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ke depan, pemerintah desa akan terus memperkuat unit usaha yang memiliki prospek sekaligus membuka peluang usaha baru sesuai potensi desa.

Meski tahun ini dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah desa memastikan pengembangan sektor ekonomi tetap menjadi prioritas. Dengan harapan mampu menciptakan kemandirian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Harapan kami, masyarakat ikut menjaga dan mendukung usaha desa ini. Jika BUMDes makin maju, manfaatnya juga akan kembali kepada masyarakat melalui peningkatan pelayanan dan pembangunan desa lewat PADes,jelasnya. (dik/rud/*)

 

RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2026

· Merehab 5 unit RTLH

· Menyaluarkan BLT DD kepada 5 KPM

· Merealisasikan kegiatan Posyandu dengan anggaran Rp 139 juta

· Penyertaan modal ketahanan pangan Rp 74,7 juta

Editor : Fahreza Nuraga
desa pemerintah Sidomulyo kotaanyar