76 Guru dari Empat Daerah Berebut Kursi Kepala Sekolah di Kabupaten Probolinggo

Agus Faiz Musleh • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 08:29 WIB
KEJAR KARIR: Puluhan guru dari Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Pasuruan mengikuti seleksi substansi BCKS APBN 2026 di SMPN 1 Dringu. (ISTIMEWA)
KEJAR KARIR: Puluhan guru dari Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Pasuruan mengikuti seleksi substansi BCKS APBN 2026 di SMPN 1 Dringu. (ISTIMEWA)

DRINGU, Radar Bromo- Sejumlah 76 guru dari Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Kabupaten dan Kota Pasuruan, berburu kursi kepala sekolah. Selasa (21/7), mereka mengikuti seleksi substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) APBN 2026 di SMPN 1 Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Dari jumlah tersebut, 23 peserta berasal dari Kabupaten Probolinggo. Seleksi substansi menjadi tahapan penting dalam menjaring calon kepala sekolah. Pada tahap ini, peserta diuji tidak hanya dari sisi kompetensi manajerial, tetapi juga kepemimpinan akademik serta kemampuan mengelola satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono mengatakan, Kabupaten Probolinggo kembali ditunjuk sebagai salah satu dari delapan tempat uji kompetensi (TUK) di Jawa Timur. “Dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, hanya delapan TUK yang terpilih," katanya.

Menurutnya, penunjukan ini menjadi tanggung jawab untuk memastikan proses seleksi berlangsung objektif. Peserta yang sampai pada tahap substansi merupakan guru yang telah melewati verifikasi administrasi dan kini harus membuktikan kapasitas kepemimpinannya.

Mereka dapat diangkat sebagai kepala sekolah untuk masa jabatan dua periode atau delapan tahun sesuai ketentuan yang berlaku. Hary menekankan, bahwa jabatan kepala sekolah tidak cukup ditopang oleh pengalaman mengajar semata.

Seorang kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan memimpin perubahan, membangun budaya belajar, dan mengelola sumber daya sekolah secara efektif.

"Manfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan kompetensi manajerial, kepemimpinan akademik dan kemampuan membina komunitas sekolah yang inklusif serta berkualitas. Ikutilah seluruh tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh dan hormati seluruh aturan yang telah ditetapkan panitia," pesannya kepada para peserta. (mu/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
karir guru kepala sekolah probolinggo