KRAKSAAN, Radar Bromo - Sebanyak 2,79 ton sampah diangkut dari saluran tersier di belakang Aneka Sambal dan Rumah Tahanan (Rutan) Kraksaan, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Selasa (21/7).
Temuan itu kembali memperlihatkan bahwa saluran irigasi di kawasan perkotaan masih menjadi tempat pembuangan sampah rumah tangga.
Sampah yang diangkat didominasi plastik sekali pakai dan popok bayi. Kondisi tersebut menunjukkan persoalan pengelolaan sampah belum berhenti pada aspek pengangkutan, tetapi juga menyangkut rendahnya kepatuhan masyarakat membuang sampah pada tempatnya.
Pembersihan dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA), serta warga RW 2 Kelurahan Patokan.
Fokus kegiatan diarahkan pada saluran tersier yang selama ini dipenuhi timbunan sampah dan berpotensi menghambat aliran air.
Kepala DLH Roby Siswanto mengatakan, banyaknya sampah yang ditemukan menjadi indikator bahwa perilaku membuang sampah ke saluran air masih berlangsung.
"Persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai dan saluran irigasi," katanya.
Menurut Roby, tumpukan sampah di saluran air bukan hanya mengganggu fungsi irigasi. Tetapi juga meningkatkan risiko genangan ketika debit air meningkat.
Karena itu, ia menilai perubahan perilaku masyarakat menjadi pekerjaan rumah yang tidak kalah penting dibanding pembersihan rutin.
Ia juga mengingatkan agar sampah yang telah diangkat dari saluran tidak ditinggalkan di tepi sungai atau saluran irigasi. Praktik tersebut dinilai hanya memindahkan persoalan karena sampah berpotensi kembali terbawa air.
"Kami mengimbau kepada HIPPA, saat membersihkan saluran air sebaiknya sampah tidak hanya diangkat, tetapi juga diangkut agar tidak kembali masuk ke saluran dan mencemari lingkungan," ujarnya.
Temuan hampir tiga ton sampah dari satu titik pembersihan menjadi gambaran bahwa persoalan sampah di Kabupaten Probolinggo belum sepenuhnya tertangani dari hulunya. Di tengah upaya pemerintah membersihkan saluran secara berkala, kebiasaan membuang sampah ke aliran air masih menjadi tantangan yang berulang. (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid