KRAKSAAN, Radar Bromo - Gula aren diproyeksikan menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Probolinggo. Hanya saja potensi produksi yang selama ini tersebar di sejumlah wilayah dinilai belum cukup, apabila tidak diikuti penguatan identitas produk, peningkatan kualitas, serta perluasan akses pasar.
Karena itu, Pemprov Jawa Timur bersama Pemkab Probolinggo mulai menyusun strategi pengembangan Communal Branding Palm Sugar. Sebuah pendekatan yang diarahkan untuk membangun identitas bersama gula aren Probolinggo agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih kuat di pasar.
Langkah awal dilakukan melalui pemetaan potensi kawasan, kapasitas produksi, mutu produk, kelembagaan pelaku usaha, hingga kesiapan para pemangku kepentingan di Kecamatan Krucil dan Kecamatan Tiris. Dua wilayah tersebut selama ini menjadi sentra produksi gula aren.
Di Desa Kalianan, Kecamatan Krucil, produksi gula aren mencapai sekitar 30 kilogram per hari. Sementara di Kecamatan Tiris, 12 dari 16 desa menggantungkan sebagian aktivitas ekonomi masyarakat pada produksi gula aren yang telah berlangsung secara turun-temurun.
Tenaga Ahli Program Communal Branding Palm Sugar Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Rahmad Cahyadi, mengatakan, penguatan merek komunal menjadi langkah penting agar gula aren Probolinggo tidak lagi dipasarkan sebagai produk tanpa identitas.
"Kami ingin memastikan kesiapan kawasan, kapasitas produksi, kualitas produk, kelembagaan pelaku usaha hingga komitmen seluruh pihak. Program ini diharapkan mampu membangun identitas bersama bagi gula aren Kabupaten Probolinggo sehingga memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi," ujar Rahmad.
Menurut dia, hasil identifikasi di lapangan akan menjadi dasar penyusunan strategi pengembangan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan posisi produk di pasar. "Hasil identifikasi ini akan menjadi dasar penyusunan strategi pengembangan branding komunal yang mampu meningkatkan nilai ekonomi produk lokal," katanya.
Sementara itu, JF Pengawas Koperasi Ahli Muda DKUPP Kabupaten Probolinggo, Mochamad Iqbal Mahardiyani, menilai selama ini produk gula aren lokal memiliki kualitas yang mampu bersaing. Persoalannya, produk tersebut belum memiliki identitas yang kuat sehingga sulit dibedakan dari produk daerah lain.
"Dengan adanya identitas bersama, produk gula aren dari Kecamatan Krucil dan Kecamatan Tiris akan lebih mudah dikenal masyarakat. Kami berharap branding komunal ini mampu meningkatkan nilai tambah produk, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing para pelaku UMKM," ujarnya.
Menurut Iqbal, pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal tidak cukup dilakukan melalui peningkatan produksi semata. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diperlukan agar gula aren Probolinggo mampu masuk ke pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan para perajin. (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid