GENDING, Radar Bromo-Sebuah lahan tebu seluas 16 hektare juga terbakar di Desa Curahsawo, Gending, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (18/7).
Kebakaran itu membuat lahan tebu siap panen itu hangus. Diduga api berasal dari puntung rokok yang belum padam.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh pekerja dari perusahaan pengelola lahan tebu tersebut, sekitar pukul 12.00.
Saat itu, pekerja melihat kobaran api mulai membesar dan langsung menghubungi petugas.
"Laporan kebakaran kami terima pukul 12.12. Lalu kami langsung berkoordinasi dengan Damkar Kabupaten Probolinggo untuk memadamkan api,” terang petugas TRC BPBD Kabupaten Probolinggo Aditya Fibad.
Menurut Fibad, titik api diperkirakan berasal dari kawasan bukit yang berada di sekitar area perkebunan. Kondisi angin yang bertiup cukup kencang membuat api dengan cepat merambat ke lahan tebu. Lalu menghanguskan area seluas kurang lebih 16 hektare.
Baca Juga: Ditinggal Jenguk Warga Sakit, Rumah Kades Tambakukir Kotaanyar Probolinggo Terbakar
"Sebagian besar tebu yang sebenarnya sudah siap dipanen akhirnya ikut terbakar karena api cepat menyebar," katanya.
Dalam proses pemadaman, petugas tidak hanya menyemprotkan air. Namun juga menggunakan metode gepyok untuk memutus rambatan api di lahan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.
"Api yang masih menyala di sela-sela tanaman kami padamkan secara manual menggunakan gepyok agar tidak kembali membesar," jelasnya.
Inspektur Inspeksi Damkar Kabupaten Probolinggo Danang Purwanto menyampaikan, api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang di lahan kering kawasan bukit. Lantas memicu munculnya titik api.
"Api kemudian merambat ke area perkebunan tebu karena kondisi vegetasi yang kering dan tiupan angin cukup kencang," ungkapnya.
Untuk memadamkan api, Damkar Kabupaten Probolinggo mengerahkan satu unit mobil pemadam berkapasitas 3.500 liter serta satu unit mobil water supply berkapasitas 4.500 liter.
Setelah lebih dari dua jam, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.35.
"Alhamdulillah api berhasil dipadamkan dan tidak meluas ke area lainnya. Sementara untuk nilai kerugian materiil akibat kebakaran tersebut belum bisa ditafsirkan," jelas Danang. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi