Dipicu Bakar Sampah, Kantor Ponpes Miftahul Janah di Wangkal Gading Probolinggo Terbakar

Inneke Agustin • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 19:04 WIB

 

SIRAM: Petugas Damkar Kabupaten Probolinggo saat melakukan penanganan kebakaran di Pondok Pesantren Miftahul Janah di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Minggu (19/7).
SIRAM: Petugas Damkar Kabupaten Probolinggo saat melakukan penanganan kebakaran di Pondok Pesantren Miftahul Janah di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Minggu (19/7).

 

GADING, Radar Bromo-Bakar sampah berujung kebakaran. Sebuah kantor Majlis Mifjan Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Janah, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo terbakar, Minggu (19/7) siang.

Akibat kejadian ini, ponpes diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 100 juta.

Berdasarkan informasi di lapangan, menurut Petugas Damkar Kabupaten Probolinggo Sholihudin Al Ayubi, api diduga berasal dari pembakaran sampah di luar area pesantren. Bakaran itu lantas ditinggalkan sebelum api benar-benar padam.

"Diduga ada aktivitas pembakaran sampah. Namun setelah dibakar, api ditinggalkan tanpa dipastikan benar-benar padam. Api kemudian membesar dan merambat hingga membakar gedung kantor Majlis Mifjan," katanya.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh para santri yang melihat api mulai menjalar ke bangunan.

Mereka kemudian melaporkan kejadian itu pada pengasuh ponpes, sekaligus menghubungi petugas Damkar.

Setelah menerima laporan pukul 12.05, Petugas Damkar Kabupaten Probolinggo langsung mengerahkan tiga armada ke lokasi. Terdiri atas dua unit fire truck dan satu unit water supply.

Baca Juga: Ditinggal Jenguk Warga Sakit, Rumah Kades Tambakukir Kotaanyar Probolinggo Terbakar

Satu mobil pemadam berasal dari Pos Damkar Dringu, sedangkan satu fire truck dan satu water supply diberangkatkan dari Pos Damkar Kraksaan.

Sembari menunggu petugas tiba, para santri memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Mereka gotong royong mengambil air dari sungai di dekat lokasi untuk disiramkan ke titik api menggunakan ember.

Di saat yang sama, sebagian santri lainnya berusaha mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari dalam gedung.

"Lokasinya memang dekat sungai, sehingga para santri mengambil air dari sana untuk memadamkan api. Sebagian lainnya mengeluarkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan," ujarnya.

Namun, besarnya kobaran api membuat upaya pemadaman manual tidak membuahkan hasil maksimal. Api terus membesar hingga membakar bagian atap bangunan. Bahkan, sebagian atap di sisi timur gedung runtuh akibat dilalap api.

"Sesampainya di lokasi, kami langsung melakukan penyemprotan dan melakukan pendinginan agar api dipastikan benar-benar padam," jelas Ayubi.

Setelah proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hampir dua jam, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 14.00.

Tidak ada korban jiwa karena saat kejadian tidak ada aktivitas apa pun di sana. Gedung yang terbakar juga difungsikan sebagai tempat penyimpanan barang.

"Bangunan yang terbakar di sisi timur merupakan ruang penyimpanan barang. Barang yang terbakar di antaranya kursi. Untuk sementara, kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp 100 juta," pungkasnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
wangkal terbakar bakar sampah ponpes Gading