Ditinggal Jenguk Warga Sakit, Rumah Kades Tambakukir Kotaanyar Probolinggo Terbakar

Achmad Arianto • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 18:37 WIB

 

TINGGAL PUING: Kebakaran terjadi di rumah Kepala Desa Tambakukir Mohammad Tarsan, Sabtu (18/7) malam. Seluruh bangunan rumah dan isinya ludes terbakar.
TINGGAL PUING: Kebakaran terjadi di rumah Kepala Desa Tambakukir Mohammad Tarsan, Sabtu (18/7) malam. Seluruh bangunan rumah dan isinya ludes terbakar.

 

KOTAANYAR, Radar Bromo- Kebakaran hebat terjadi di Dusun Krajan, Desa Tambakukir, Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, Sabtu malam (18/7).

Rumah Kades Tambakukir Mohammad Tarsan terbakar hingga luluh lantak. Korban ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp 200 juta.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.35. Saat itu korban bersama istri dan anaknya keluar rumah untuk menjenguk salah satu warga yang sedang sakit. Rumah ditinggal dalam keadaan kosong.

Tak lama kemudian, muncul kobaran api dari bagian tengah rumah. Ruangan tengah ini difungsikan sebagai tempat kerja, sekaligus tempat untuk melayani masyarakat saat mendesak. Berisi laptop dan salinan dokumen desa.

Kebakaran tersebut kemudian diketahui oleh keluarga korban yang jarak rumahnya berdekatan.

Keluarga langsung berteriak meminta tolong, juga menghubungi korban. Memberitahu bahwa rumahnya terbakar hebat.

Baca Juga: TPT di MI Tambakukir Kotaanyar Probolinggo Ambrol, Sekolah Sementara Diliburkan

“Api berasal dari tempat kerja kepala desa. Muncul tiba-tiba dan langsung membesar karena memang banyak dokumen dan barang mudah terbakar,” kata warga setempat, Kholik, 39.

Saat itu juga, warga sekitar gotong royong memadamkan api secara manual menggunakan alat seadanya. Ada yang menyiram kobaran api dengan menggunakan timba dan ada yang menyemprotkan air dengan slang.

Kholik menuturkan, kebakaran itu berlangsung cepat. Dalam sekejap, seluruh rumah luluh lantas terbakar.

Penyebabnya, karena rumah korban memiliki konstruksi semipermanen. Mayoritas berbahan kayu dan bambu.

Tak sampai satu jam, api berkobar dan menghanguskan seluruh bangunan rumah hingga menyisakan puing.

“Rumah terbakar dengan cepat. Karena memang bangunan semipermanen. Warga hanya bisa menyelamatkan kasur dan lemari. Sisanya habis terbakar,” terang korban.

Humas Polres Probolinggo Ipda Widy Purwa mengatakan, Polsek Kotaanyar langsung mendatangi lokasi setelah mendapatkan laporan kebakaran. Petugas lantas melakukan olah TKP dan menghimpun informasi dari keluarga dan warga.

Berdasarkan informasi awal yang diperoleh petugas, diduga kuat kebakaran terjadi karena korsleting listrik. Api kemudian dengan cepat merembet karena terdapat barang-barang yang mudah terbakar.

Apalagi, bangunan rumah memiliki konstruksi semipermanen. Membuat api berkobar dengan cepat.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun korban ditaksir mengalami kerugian materiil mencapai Rp 200 juta,” tuturnya.

Kabid Pengendalian Bahaya Kebakaran dan Non Kebakaran Satpol PP Kabupaten Probolinggo Andrea Persaulian menjelaskan, sejatinya petugas Damkar telah mengetahui kejadian tersebut. Kemudian berencana untuk mendatangi lokasi kebakaran.

Namun tempat kejadian berada di dataran tinggi dengan jalan bermedan ekstrem. Tidak bisa dilintasi oleh mobil pemadam kebakaran.

Jika petugas memaksa naik, maka risikonya tinggi. Kendaraan dapat terbalik atau dapat menimbulkan kecelakaan. Karena itu, kebakaran hanya bisa dipadamkan dengan bergotong royong secara manual.

“Petugas sebenarnya hendak ke lokasi. Tetapi tidak bisa karena medannya cukup berat,” tandasnya. (ar/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
tambakukir terbakar probolinggo kotaanyar