Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Update Pembangunan Tol Prosiwangi: Tahap I Sudah Selesaikan Konstruksi, Ruas Paiton– Besuki Masuki Tahap Akhir Uji

Agus Faiz Musleh • Jumat, 17 Juli 2026 | 15:33 WIB
TERUS DIKEBUT: Exit tol Kraksaan saat dipotret dari udara.
TERUS DIKEBUT: Exit tol Kraksaan saat dipotret dari udara.

 

PAITON, Radar Bromo- Penyelesaian pembangunan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi (Prosiwangi) terus dipercepat. Hingga Juli 2026, dua seksi pada tahap I telah menyelesaikan konstruksi dan mengantongi Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO).

Percepatan pembangunan saat ini difokuskan pada tahap I ruas Gending-Besuki sepanjang 49,68 kilometer.

Seksi 1 Gending-Kraksaan sepanjang 12,88 kilometer dan Seksi 2 Kraksaan-Paiton sepanjang 11,20 kilometer telah menyelesaikan seluruh pekerjaan konstruksi.

Ada pun Seksi 3 Paiton-Besuki sepanjang 25,60 kilometer telah merampungkan pekerjaan jalan utama sejak April 2026. Saat ini, Seksi 3 memasuki tahap akhir Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) sebelum dibuka operasional.

"Jasa Marga terus mengakselerasi penyelesaian jalan Tol Prosiwangi sebagai bagian dari komitmen mendukung agenda pembangunan nasional," terang Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono.

Namun Rivan memastikan, percepatan tersebut tidak hanya mengejar target penyelesaian konstruksi. Juga memastikan setiap tahapan konstruksi memenuhi persyaratan teknis sebelum jalan tol dioperasikan.

"Kami memastikan setiap tahapan konstruksi dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan, dan keberlanjutan. Sehingga jalan tol yang nantinya beroperasi benar-benar memenuhi standar yang ditetapkan," lanjutnya.

Baca Juga: Belum Ada Kepastian Tol Prosiwangi di Kraksaan Difungsikan saat Perbaikan Jembatan Pajarakan

Rivan menambahkan, proyek tersebut juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi wilayah yang dilintasi. Baik itu selama proses pembangunan, maupun saat nanti dioperasikan.

"Kami juga ingin pembangunan ini memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan pengembangan ekonomi kawasan," katanya.

Menurut data Jasa Marga, lebih dari 1.300 tenaga kerja lokal dari Kabupaten Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi, terlibat dalam pembangunan Tahap I.

Selama proses konstruksi, seluruh paket pekerjaan juga diklaim mencatatkan zero accident atau tanpa kecelakaan kerja.

Setelah Tahap I beroperasi, perjalanan dari Probolinggo menuju Besuki diproyeksikan dapat ditempuh sekitar 1 jam 15 menit. Waktu tempuh yang lebih singkat dinilai akan meningkatkan efisiensi distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di kawasan Tapal Kuda.

"Efisiensi mobilitas ini diharapkan memperlancar rantai pasok logistik menuju kawasan industri Paiton dan Pelabuhan Ketapang. Sekaligus meningkatkan konektivitas kawasan pariwisata di wilayah Tapal Kuda," ujar Rivan.

Ia menilai peningkatan konektivitas tersebut juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru di sekitar koridor jalan tol. Di antaranya, membuka ruang usaha baru bagi pelaku UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan secara lebih merata.

Selain mengejar penyelesaian fisik, proyek Tol Prosiwangi juga menerapkan sejumlah teknologi yang diklaim mendukung pengurangan dampak lingkungan.

Pada pekerjaan konstruksi, material batu hasil galian dimanfaatkan kembali sebagai material timbunan badan jalan.

Metode tersebut mampu mengurangi emisi karbon hingga sekitar 6,3 juta kilogram setara CO2 atau sekitar 45,4 persen dibandingkan metode konvensional.

Di kawasan operasional juga dibangun sistem pembangkit listrik Hybrid Wind Tree. Pembangkit ini menggabungkan panel surya dan turbin angin dengan kapasitas hingga 12,4 kilowatt. Juga sistem pengolahan air daur ulang untuk kebutuhan operasional.

"Kami berupaya agar pembangunan jalan tol tidak hanya berorientasi pada konektivitas. Namun juga memperhatikan aspek keberlanjutan melalui penerapan teknologi yang lebih ramah lingkungan," kata Rivan.

Penyelesaian Tol Prosiwangi menjadi salah satu proyek strategis di koridor timur Pulau Jawa. Setelah seluruh Tahap I dinyatakan laik operasi, tantangan berikutnya adalah menuntaskan pembangunan ruas menuju Banyuwangi. (mu/hn)

 

Editor : Muhammad Fahmi
tol prosiwangi besuki paiton probolinggo Kraksaan