Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Perlu Perubahan Perilaku Warga untuk Kurangi Sampah Rumah Tangga

Agus Faiz Musleh • Kamis, 16 Juli 2026 | 09:11 WIB
ILUSTRASI Sampah
ILUSTRASI Sampah

 

KRAKSAAN, Radar Bromo- Upaya mengurangi timbulan sampah di Kabupaten Probolinggo dinilai masih bergantung pada keberhasilan mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah tangga.

Selama pola pengelolaan masih mengandalkan sistem kumpul, angkut, dan buang, beban tempat pemrosesan akhir (TPA) akan terus meningkat.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mishul Sauliyah Fitriawati mengatakan, pengelolaan sampah harus bergeser dari pendekatan hilir menuju pengurangan sampah dari sumbernya melalui prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R).

DLH terus mendorong agar pengelolaan sampah dimulai dari sumbernya. Setiap rumah tangga harus membiasakan memilah sampah organik dan anorganik.

“Karena keberhasilan pengelolaan sampah sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat. Semakin banyak sampah yang dapat diolah di tingkat desa, semakin kecil beban yang masuk ke tempat pemrosesan akhir," kata Fitri.

Menurut Fitri, perubahan pola pengelolaan tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA. Tetapi juga membuka peluang pemanfaatan kembali sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai.

Ia menjelaskan, sampah organik dapat diolah menjadi kompos maupun pakan maggot, sedangkan sampah anorganik dapat dikelola melalui bank sampah sehingga memiliki nilai ekonomi.

"Dengan cara tersebut, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, tetapi menjadi sumber daya yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan," ujarnya.

Meski berbagai program edukasi terus dilakukan, keberhasilan pengurangan sampah tetap bergantung pada konsistensi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.

Tanpa perubahan perilaku tersebut, upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat dinilai sulit memberikan dampak signifikan terhadap penurunan timbulan sampah.

Karena itu DLH berupaya memperluas pendampingan kepada pemerintah desa dan kelompok masyarakat agar sistem pengelolaan sampah dapat berkembang secara mandiri di tingkat desa.

"Kami berharap setiap desa mampu membangun sistem pengelolaan sampah secara mandiri melalui kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan. Jika kesadaran masyarakat terus meningkat, maka target mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat dan berkelanjutan akan lebih mudah dicapai," kata Fitri. (mu/fun)

 

Editor : Abdul Wahid
sampah lingkungan pemkab probolinggo