KRAKSAAN, Radar Bromo - Fungsional sementara ruas Tol Prosiwangi utamanya sesi Kraksaan hingga kini belum bisa dipastikan. Fungsional tol ini diperlukan saat ada perbaikan besar Jembatan Pajarakan.
Padahal, jalan tol tersebut dinilai menjadi salah satu opsi paling realistis untuk mengurangi kemacetan dan menekan dampak pengalihan arus ketika perbaikan jembatan nasional itu dimulai.
Sementara dari timeline yang sudah dibuat, perbaikan jembatan akan dimulai awal Agustus nanti atau kurang dua pekan lagi.
Pemkab Probolinggo mendorong agar ruas Tol Kraksaan dapat difungsikan kembali selama pekerjaan berlangsung. Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan pembangunan jembatan sementara (bailey bridge) di sisi selatan Jembatan Pajarakan agar akses masyarakat tidak terputus.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah M. Sjaiful Efendi mengatakan, rehabilitasi Jembatan Pajarakan merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum yang dijadwalkan dimulai awal Agustus. Durasi proyek ini diperkirakan memakan waktu sekitar dua setengah bulan.
Namun, menurutnya, pekerjaan konstruksi tidak bisa dipisahkan dari upaya mitigasi dampaknya terhadap lalu lintas. "Perbaikan Jembatan Pajarakan memang sudah menjadi program Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia.
Insyaallah akan mulai dikerjakan pada awal Agustus 2026 selama sekitar dua setengah bulan. Karena itu, selain proses pembangunannya, kita juga harus memikirkan mitigasi agar arus lalu lintas tetap bisa dimanfaatkan masyarakat," katanya.
Menurut Sjaiful, hingga kini usulan fungsional Tol Kraksaan masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pengelola jalan tol. Sementara itu, pembangunan jembatan bailey juga belum dapat dipastikan karena masih memerlukan kesepakatan penggunaan lahan dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
"Kami mendorong agar Kementerian PU dan pihak pelaksana proyek melakukan koordinasi di tingkat pusat dengan PT KAI sehingga penggunaan lahan untuk pembangunan jembatan Bailey bisa segera disepakati. Harapan kami, pembangunan jembatan sementara dilakukan lebih dulu atau setidaknya berjalan bersamaan dengan pembongkaran jembatan utama," ujarnya.
Menurut dia, tanpa jembatan sementara maupun akses tol, beban lalu lintas berpotensi berpindah ke jalan desa dan jalan kabupaten. Karena sebenarnya jalan desa dan kabupaten tidak dirancang menampung kendaraan bertonase besar.
Karena itu, pemkab mengusulkan agar kendaraan berat dialihkan melalui jalur Lumajang. Sedangkan jalan desa hanya digunakan kendaraan ringan jika memang diperlukan.
"Kami ingin meminimalkan penggunaan jalan desa maupun jalan kabupaten sebagai jalur alternatif karena berpotensi merusak infrastruktur. Kendaraan berat sebaiknya dialihkan melalui jalur Lumajang, sedangkan jembatan bailey nantinya hanya diperuntukkan bagi kendaraan kecil dengan kapasitas maksimal sekitar 8 hingga 10 ton," kata Sjaiful.
Di sisi lain, BBPJN Jawa Timur-Bali belum memberikan kepastian mengenai pembangunan jembatan Bailey. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPJN Wilayah I Jawa Timur Wahyu Wibowo mengatakan usulan tersebut masih akan dibahas bersama pimpinan dan instansi terkait.
"Terkait Jembatan Pajarakan, memang ada permintaan agar akses masyarakat sekitar tetap tersedia. Kami akan berkoordinasi dengan pimpinan dan pihak terkait mengenai kemungkinan pembangunan jembatan Bailey di sisi selatan, sehingga masyarakat tetap bisa beraktivitas meskipun ada sedikit keterbatasan selama proses pekerjaan berlangsung," ujarnya.
Wibowo mengatakan rehabilitasi diperkirakan berlangsung sekitar dua setengah bulan dengan waktu pelaksanaan menyesuaikan kesiapan teknis di lapangan. Ia menegaskan pekerjaan yang dilakukan hanya berupa rehabilitasi sehingga tidak mengubah dimensi maupun konstruksi utama jembatan.
"Konstruksinya tetap menggunakan rangka baja dengan bagian atas berupa beton. Ini merupakan pekerjaan rehabilitasi atau perbaikan, sehingga dimensi utama jembatan tetap sama dan tidak mengalami perubahan," katanya.
Di samping itu, Jawa Pos Radar Bromo berupaya mengkonfirmasi Humas Tol Prosiwangi, Hima Jaya, terkait kejelasan rencana penggunaan jala tol untuk fungsional. Namun sampai berita ini ditulis yang bersangkutan belum merespon WhatsApp maupun panggilan yang dilayangkan. (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid