Pemerintah Desa Roto, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, berusaha melaksanakan pembangunan secara merata di semua sektor. Tak hanya infrastruktur, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) juga diperhatikan.
PEMBERDAYAAN dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Roto. Salah satunya dengan berusaha meningkatkan SDM melalui pembinaan terharap Tim Penggerak (TP) dan Kader PKK. Seperti yang dilakukan di Balai Desa Roto, Senin (13/7).
Ketua TP PKK Kecamatan Krucil Junaidah mengatakan, ada beberapa hal yang disampaikan dalam kegiatan pembinaan PKK. Salah satunya pembinaan buku administrasi PKK. Para kader dilatih agar tertib dan rapi dalam mencatat data. Pembinaan ini penting agar program kerja PKK berjalan teratur, data akurat, dan laporan mudah dibuat.
“Pembinaan perlu dilakukan agar PKK lebih baik dalam melaksanakan tugas dan berdampak pada lingkungan masyarakat,” katanya.
Selain itu, juga sosialisasi tentang pemanfaatan sampah rumahan. Banyaknya sampah yang dihasilkan rumahan dapat membuat produksi sampah tidak terkendali. Karena itu, perlu ada upaya menekan produksi sampah. Salah satunya dengan memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk.
Kepedulian pengelolaan sampah skala rumahan akan berdampak positif terhadap lingkungan. Sebab, sampah sudah dapat dikendalikan sejak dari rumah. Sampah organik dimanfaatkan sebagai pupuk. Sementara, sampah nonorganik dapat didaur ulang. Dengan demikian, tumpukan sampah bisa ditekan seminimal mungkin.
“Harapannya, melalui PKK sampah bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan bijak,” katanya.
Pupuk organik yang dihasilkan dari sampah, kata Junaidah, bisa digunakan untuk pemupukan tanaman di kebun skala rumahan. Kebun ini biasanya ditanami tanaman kebutuhan dapur. “Kepedulian harus dipupuk dari tindakan kecil. Dari pemanfaatan sampah organik bisa menjadi sumber penghasilan keluarga,” tuturnya.
Ketua TP PKK Desa Roto Khorija mengatakan, pembinaan yang dilakukan di desa memiliki peran penting. Buka hanya peningkatan SDM PKK, tetapi juga menjadi evaluasi program yang harus dilaksanakan. “Pembinaan dilakukan agar PKK lebih terarah dan bermanfaat di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Sisihkan Anggaran untuk Kesehatan
KESEHATAN masyarakat turut menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Roto. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan Posyandu dengan sasaran balita, ibu hamil, dan warga lanjut usia (lansia). Tujuannya untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Bendahara Desa Roto Imam Muhlisin mengatakan, Kegiatan Posyandu dilaksanakan rutin di 5 Posyandu. Meliputi Posyandu Dusun Krajan, Kertakata Timur, Jawaan Barat, Karangtengah Utara, dan Penang Paek. Layanan kesehatan dan sosialisasi dilaksanakan terjadwal menyesuaikan sasaran kegiatan ketika posyandu dilaksakan.
“Anggaran yang dimiliki desa kami sisihkan untuk memenuhi bidang kesehatan masyarakat lintas usia. Agar kesehatan masyarakat lebih terjamin,” jelasnya.
Namun tumbuh kembang balita desa menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Roto. Sebab, kondisinya lebih rentan. Pemenuhan kebutuhan gizi harian balita harus terjamin karena sangat mempengaruhi tumbuh kembang balita.
Setiap pelaksanaannya bidan dan Kader Posyandu, menyiapkan pemberian makanan tambahan (PMT) dengan menu bervariasi. Mulai dari lauk dan makanan, cemilan, hingga buah-buahan. Menu yang telah disajikan telah dihitung kandungan gizinya.
Dalam kegiatan Posyandu Lansia dan Ibu Hamil, juga dilakukan pemeriksaan kesehatan. Tujuannya, untuk mendeteksi dan mencegah adanya penyakit berbahaya. Deteksi dini perlu dilakukan agar gejala penyakit dapat segera diobati.
“Kegiatan Posyandu kami maksimalkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat rentan. Terdapat 418 balita, 56 ibu hamil, dan 60 lansia aktif mengikuti kegiatan Posyandu,” bebernya.
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2026
· Membangun 2 unit RTLH
· Membangun 10 unit jamban sehat
· Melaksanakan program padat karya tunai
(ar/rud/*)
Editor : Abdul Wahid