DESA Krampilan berupaya mempercepat pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana banjir demi menjaga kelancaran aktivitas masyarakat. Salah satu prioritas pembangunan tahun ini adalah pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Dusun Klerkeran, tepatnya di RT 6, yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir.
Desa Krampilan yang dipimpin Ismail Marzuki, pernah mengalami kerusakan infrastruktur akibat banjir. Inilah yang menjadi perhatian utama pemerintah desa karena menyangkut kepentingan masyarakat luas. Jalan yang berada di lokasi tersebut merupakan akses umum yang setiap hari dimanfaatkan warga untuk beraktivitas, baik menuju lahan pertanian, sekolah, maupun pusat pelayanan.
"Pembangunan TPT di Dusun Klerkeran RT 6 kami prioritaskan karena wilayah tersebut terdampak banjir beberapa waktu lalu. Akibat banjir, fasilitas desa terutama jalan mengalami kerusakan sehingga perlu segera ditangani agar masyarakat kembali dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman," ujar Kades Ismail Marzuki.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur bukan hanya sebatas memperbaiki kerusakan. Tetapi juga menjadi langkah antisipasi agar dampak bencana serupa dapat diminimalisir pada masa mendatang. Dengan TPT, kondisi tanah di sekitar badan jalan diharapkan menjadi lebih stabil sehingga risiko longsor dapat dikurangi.
Selain fisik, Desa Krampilan juga tetap menjalankan program sosial bagi masyarakat. Tahun ini pemerintah desa mengalokasikan bantuan untuk program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak satu unit. Program tersebut diharapkan mampu membantu warga memperoleh hunian yang lebih layak dan sehat.
"Harapannya rumah yang sebelumnya kurang layak bisa menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat," jelasnya.
Pemerintah desa juga kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) kepada enam Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang memenuhi kriteria sesuai ketentuan pemerintah sebagai bentuk perlindungan sosial bagi masyarakat.
"BLT Dana Desa kami salurkan kepada enam KPM sesuai hasil pendataan dan ketentuan yang berlaku. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat serta memberikan manfaat bagi keluarga penerima," kata Ismail Marzuki.
Ia menegaskan bahwa seluruh program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat akan terus dilaksanakan secara transparan dengan mengedepankan kebutuhan warga. Pemerintah Desa Krampilan juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
"Kami berharap seluruh masyarakat ikut menjaga fasilitas yang telah dibangun. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, pembangunan desa akan semakin maju dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga," pungkasnya.
Unit Usaha BUMDes Ikut Perkuat Ketahanan Pangan
Pemerintah Desa Krampilan juga mendorong penguatan ekonomi desa melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dapur Petani.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan penyertaan modal kepada BUMDes untuk mengembangkan usaha di bidang ketahanan pangan, khususnya penyediaan obat-obatan pertanian bagi para petani.
Kepala Desa Krampilan, Ismail Marzuki, mengatakan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat desa. Sehingga pemerintah desa memandang perlu menghadirkan usaha desa yang mampu mendukung kebutuhan petani sekaligus meningkatkan pendapatan asli desa.
"Kami memberikan penyertaan modal kepada BUMDes sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan. Usaha yang dikembangkan bergerak di bidang pertanian, khususnya mengelola dan menjual obat-obatan pertanian yang dibutuhkan para petani," ujar Ismail Marzuki.
Menurutnya, sistem pengelolaan usaha dilakukan dengan mekanisme yang memudahkan masyarakat. Melalui sistem tersebut, petani dapat memperoleh kebutuhan sarana pertanian secara lebih mudah sehingga aktivitas budidaya tetap berjalan dengan baik.
"Kami menerapkan sistem yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sehingga petani lebih mudah memperoleh sarana produksi pertanian. Harapannya, usaha BUMDes ini benar-benar memberikan manfaat bagi warga sekaligus mampu berkembang secara berkelanjutan," jelasnya.
Keberadaan BUMDes dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian desa. Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat, BUMDes juga diharapkan menjadi motor penggerak kegiatan ekonomi lokal dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki Desa Krampilan.
Ismail Marzuki menuturkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga harus mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat. Penguatan BUMDes menjadi salah satu langkah nyata untuk mewujudkan tujuan tersebut.
"Kami ingin BUMDes menjadi lembaga ekonomi desa yang sehat, profesional, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketahanan pangan harus didukung dengan ketersediaan sarana pertanian yang mudah dijangkau sehingga petani dapat meningkatkan produktivitasnya," katanya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah desa akan terus melakukan evaluasi dan pendampingan terhadap pengelolaan BUMDes agar usaha yang dijalankan semakin berkembang. Dengan dukungan masyarakat dan pengelolaan yang baik, BUMDes diharapkan mampu menjadi salah satu sumber penguatan ekonomi desa.
"Harapan kami, BUMDes tidak hanya menjadi badan usaha milik desa, tetapi benar-benar menjadi milik masyarakat yang memberikan manfaat nyata. Jika ekonomi desa tumbuh, kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat dan pembangunan desa dapat berjalan secara berkelanjutan," pungkas Ismail Marzuki.
Selain itu, Pemdes kerampilan juga mendorong peningkatan ekonomi warga melalui program pemerintah pusat, yakni koperasi Desa Merah Putih (KDMP). "Pembangunan telah dilakukan, harapan kami dapat menjadi angin segar dalam peningkatan ekonomi warga,"ujarnya. (mu/fun/*)
Editor : Fandi Armanto