TIRIS, Radar Bromo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo melakukan asesmen dampak bencana angin kencang yang terjadi di Dusun Klompangan, Desa Tulupari, Kecamatan Tiris. Dua bangunan rusak tertimpa pohon setelah tersapu angin kencang.
Asesmen yang dilakukan merupakan tindak lanjut dari laporan insiden bencana. Angin kencang itu terjadi pada Selasa (7/7) menyebabkan sebuah pohon tumbang. Nahasnya pohon tersebut menimpa rumah milik Bunejan, 43 serta Mohammad Azis, 46, warga Dusun Klompangan, Desa Tulupari, Kecamatan Tiris.
Setelah insiden tersebut Pemerintah Desa Tulupari bersama masyarakat setempat bergotong royong membersihkan pohon tumbang yang menimpa rumah warga. Percepatan penanganan ini dilakukan agar kondisi bangunan kembali aman dan aktivitas dapat berjalan normal.
Kepala Pelaksana BPBD Oemar Sjarief mengatakan, setelah menerima laporan. Petugas langsung melakukan asesmen ke lokasi. Upaya ini dilakukan untuk memastikan dampak insiden bencana. Diketahuilah bahwa pohon yang tumbang merusak bangunan.
“Asesmen dilakukan oleh petugas untuk mengetahui secara pasti kondisi bangunan. Serta penanganan lanjutan pasca bencana,” katanya Kamis (9/7).
Hasilnya diketahui bahwa bangunan terdampak sudah dibersihkan dari pohon tumbang. Dalam kejadian ini pemilik mengalami kerugian materiil akibat pohon tumbang.
Petugas kemudian memberikan logistik kedaruratan pada warga terdampak. Upaya yang dilakukan ini untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi setelah terjadi bencana.
Logistik yang disalurkan meliputi satu dus makanan siap saji, satu paket sembako, dan satu box paket kebersihan. Lalu satu box hygiene kit, satu buah selimut, dan satu dus perlengkapan makan. Serta satu paket sandang, satu lembar terpal serta satu lembar matras.
Oemar menambahkan, penanganan pasca bencana dilakukan melalui koordinasi lintas sektor. Agar kebutuhan dasar warga yang terdampak dapat segera terpenuhi. Kolaborasi ini penting dilakukan agar dampak bencana dapat segera diatasi. Sehingga warga dapat kembali beraktivitas dengan aman.
“Percepatan penanganan dampak bencana harus dilakukan. Tindakan ini dapat dilakukan dengan maksimal jika terjalin kolaborasi lintas sektor termasuk masyarakat,” tuturnya. (ar/fun)
Editor : Fandi Armanto