Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Survei Ratusan Sapi di Kabupaten Probolinggo untuk Pastikan Kondisinya Sehat

Achmad Arianto • Kamis, 9 Juli 2026 | 10:27 WIB
DIPERIKSA: Petugas mengambil sampel serum serta darah EDTA sapi di Kecamatan Pajarakan. (Foto : Diperta for Jawa Pos Radar Bromo)
DIPERIKSA: Petugas mengambil sampel serum serta darah EDTA sapi di Kecamatan Pajarakan. (Foto : Diperta for Jawa Pos Radar Bromo)

 

PAJARAKAN, Radar Bromo – Penyakit menular pada ternak hingga kini masih terus diwaspadai Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo. Untuk memastikan kesehatan sapi petugas melakukan surveilans pasca vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) dan brucellosis 160 ekor sapi.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Diperta Kabupaten Probolinggo Nikolas Nuryulianto mengatakan, surveilans dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas program vaksinasi PMK yang telah dilaksanakan di lapangan. Melalui pengambilan sampel serum serta darah EDTA atau sampel darah yang telah dicampur dengan antikoagulan.

Pengambilan sampel darah ini dilakukan untuk mengetahui titer antibodi pada ternak yang telah divaksin PMK.

Dari hasil pemeriksaan tersebut nantinya dapat diketahui sejauh mana tingkat kekebalan ternak setelah vaksinasi. Sehingga menjadi bahan evaluasi dalam pengendalian PMK.

“Kami mendamping Tim Pelayanan Aktif Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates melakukan surveilans. Ada 160 ekor sapi yang menjadi target pengecekan. Sampel tersebut akan diambil di delapan desa yang tersebar di tujuh kecamatan,” katanya Rabu (8/7).

Setiap desa yang telah menjadi target pemeriksaan. Petugas nantinya akan mengambil masing-masing 20 sampel darah. Hal ini untuk mengetahui tingkat kekebalan atau titer antibodi ternak setelah menerima vaksin PMK minimal satu bulan sebelumnya.

Nikolas menuturkan, vaksinasi PMK harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Sebab kekebalan yang terbentuk di dalam tubuh ternak memiliki masa perlindungan tertentu.

Penyakit PMK masih menjadi ancaman sejak pertama kali merebak pada tahun 2022. Untuk mengendalikan virus ini, ternak rentan harus tetap mendapatkan vaksinasi sesuai jadwal. Agar kadar antibodi tetap terjaga dan mampu melindungi ternak dari infeksi.

“Hasil uji laboratorium diperkirakan keluar dua minggu setelah pengambilan sampel. Harapan kami, ternak yang telah diambil sampelnya memiliki titer antibodi yang baik sehingga terlindungi dari penyakit PMK,” tuturnya. (ar/fun)

 

Editor : Abdul Wahid
#ternak #pmk #vaksin