Pemerintah Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanannya. Berbagai program dilakukan. Mulai dari sekrtor kesehatan, bantuan sosial, hingga pengembangan pelayanan publik berbasis digital.
SEKTOR pertanian menjadi tulang punggung perekonomian Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto. Karena itu, sejumlah infrastruktur pendukungnya dibangun. Namun masalah pelayanan juga tak dilupakan. Bahkan, terus berusaha ditingkatkan dalam segala bidang.
Di bidang kesehatan, pemerintah desa terus berusaha memperluas jangkauannya. Salah satunya melalui kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang kini dibagi dalam tujuh titik. Kegiatan bulanan ini menyasar balita, ibu hamil, remaja, hingga warga lanjut usia.
Melalui layanan rutin ini, kondisi kesehatan masyarakat dapat dipantau secara berkala, sehingga berbagai persoalan kesehatan dapat dideteksi lebih dini. “Posyandu rutin kami laksanakan setiap bulan agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh masyarakat dan kualitas kesehatan warga tetap terjaga," ujar Bendahara Desa Sumberkare Moh. Hafid.
Di bidang perlindungan sosial, Pemerintah Desa Sumberkare menyalurkan berbagai program bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Tahun ini ada dua keluarga penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).
Selain itu, sejumlah 1.227 warga menerima bantuan pangan. Berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng. Bantuan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Tak berhenti pada pelayanan dasar, pemerintah desa juga mulai mengembangkan tata kelola pemerintahan berbasis digital. Salah satunya melalui website desa yang menjadi media informasi mengenai pro
gram, kegiatan, serta capaian pembangunan desa.
Website ini akan terus dikembangkan menjadi portal pelayanan publik, sehingga masyarakat dapat mengakses berbagai layanan administrasi. Seperti pengurusan kartu keluarga maupun dokumen kependudukan lainnya secara lebih mudah dan efisien.
“Harapan kami, pelayanan publik akan semakin cepat, transparan, dan mudah diakses seluruh masyarakat melalui pengembangan layanan digital desa,” katanya.
Perkuat Infrastruktur dan Ketahanan Pangan
SEBAGAI desa dengan wilayah terluas di Kecamatan Wonomerto, Desa Sumberkare memiliki karakteristik yang lekat dengan sektor pertanian. Hamparan sawah dan ladang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Desa Sumberkare terus memprioritaskan pembangunan yang mampu mendukung produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Salah satu program yang direalisasikan tahun ini, rehabilitasi sumur bor di Dusun Karangkare. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air lahan pertanian.
“Untuk menjaga stabilitas, bahkan meningkatkan hasil pertanian warga, kami merehab sumur bor. Lubang sumur yang sebelumnya berdiameter empat dim, kami perbesar menjadi enam dim. Agar debit air yang dihasilkan lebih maksimal," ujar Bendahara Desa Sumberkare Moh. Hafid.
PRODUKTIF: Bendahara Desa Sumberkare Moh. Hafid memantau salah satu sapi Program Ketahanan Pangan Desa Sumberkare. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
Karena itu, kini sumur bor mampu mengairi sekitar empat hektare lahan pertanian padi, jagung, hingga tembakau. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menjaga produktivitas lahan sekaligus mengurangi risiko kekurangan air saat musim tanam.
Upaya memperkuat sektor pertanian juga diwujudkan melalui pembangunan irigasi di Dusun Gedangan yang dikerjakan bersama Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur. Di balik saluran sepanjang kurang lebih 260 meter ini, ada lahan pertanian sekitar 10 hektare.
Sebelumnya, aliran air hanya melewati saluran tanah sehingga banyak air yang meresap sebelum sampai ke lahan pertanian. Kini, dengan saluran irigasi permanen, distribusi air menjadi lebih lancar dan efisien.
“Dengan adanya saluran irigasi ini, kami berharap kebutuhan air pertanian semakin tercukupi, produktivitas meningkat, dan kesejahteraan petani ikut terangkat," kata Hafid.
Komitmen memperkuat perekonomian desa juga diwujudkan melalui dukungan terhadap program nasional pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Pemerintah desa menyediakan lahan dari tanah kas desa di seberang balai desa.
Keberadaan koperasi ini diharapkan menjadi wadah bagi petani untuk memasarkan hasil panen dengan harga yang lebih stabil melalui penyaluran ke Bulog, sekaligus memperkuat perputaran ekonomi desa. (gus/rud/*)
Editor : Fandi Armanto