
PEMERINTAH Desa Wonorejo, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, terus memperkuat berbagai program pemberdayaan masyarakat. Mulai bantuan sosial, pelayanan kesehatan, hingga pengembangan sektor pertanian. Semuanya demi kesejahteraan warga.
Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) menjadi salah satu bantuan yang terus digelontokan Pemerintah Desa Wonorejo. Tahun ini ada tiga keluarga penerima manfaat yang memenuhi kriteria. Mereka merupakan warga dengan keterbatasan fisik, sehingga membutuhkan perhatian dan dukungan dari pemerintah desa.
“Ketiga penerima memang merupakan warga yang benar-benar membutuhkan sehingga layak memperoleh bantuan tersebut,” ujar Bendahara Desa Wonorejo Su'id.
Selain BLT-DD, 926 warga Desa Wonorejo juga mendapatkan bantuan pangan dari Pemerintah Pusat, berupa beras dan minyak goreng. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan keluarga.
Di bidang kesehatan, Pemerintah Desa Wonorejo bersama kader kesehatan rutin menyelenggarakan kegiatan Posyandu. Pelayanan ini mencakup pemantauan tumbuh kembang balita, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, serta pelayanan kesehatan bagi lanjut usia.
Ketika ditemukan warga yang memerlukan penanganan lebih lanjut, pemerintah desa akan berkoordinasi dengan Puskesmas Wonomerto untuk proses rujukan. Dengan harapan pelayanan kesehatan dapat diberikan secara optimal.
“Kami juga terus berupaya memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terpantau," jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi masyarakat, pemerintah desa juga rutin menyalurkan sekitar 400 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada ibu hamil dan anak-anak. Program ini diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting di desa.
Di sektor pertanian, pemerintah desa turut mendukung Program Bantuan Benih Tebu Unggul Nasional yang dikelola Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan. Program ini bertujuan mempercepat peningkatan produktivitas tebu sekaligus mendukung swasembada gula nasional.
Melalui program ini, kelompok tani di Desa Wonorejo memperoleh bantuan bibit tebu unggul gratis. Bantuan ini nantinya akan disalurkan kepada para petani.
“Kami berharap bantuan bibit tebu unggul ini dapat meningkatkan hasil panen, sehingga berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat Desa Wonorejo," ujar Su'id. (gus/rud/*)
Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Sediakan Akses Lebih Layak
PEMERINTAH Desa Wonorejo terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sepanjang 2026, sejumlah ruas jalan desa diperbaiki. Tujuannya untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus menunjang perekonomian.
Bendahara Desa Wonorejo Su'id mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan menjadi kebutuhan utama masyarakat. Jalan yang sebelumnya masih berupa tanah maupun makadam, kini ditingkatkan agar lebih aman dan nyaman dilintasi. Termasuk ketika musim hujan.
Salah satu pekerjaan yang telah dilaksanakan adalah pavingisasi jalan sepanjang 40 meter dengan lebar 2 meter di Dusun Krajan. Pembangunan juga dilakukan di Dusun Manggar, sepanjang 190 meter dengan lebar dua meter.
Sebelumnya, ruas jalan ini masih berupa tanah sehingga sulit dilintasi. Terutama ketika hujan.
“Kini setelah dipaving, masyarakat merasa lebih nyaman karena jalan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Jalan ini menjadi akses menuju permukiman warga, lahan pertanian, sekaligus jalur penghubung menuju Desa Jrebeng," ujarnya.
Peningkatan infrastruktur juga dilakukan di Dusun Sosoan. Dua titik jalan dipaving. Titik pertama sepanjang sekitar 267 meter dan titik kedua 140 meter dengan lebar masing-masing 2,25 meter.
Jalan yang sebelumnya makadam, kini telah berubah menjadi jalan yang lebih representatif, sehingga memudahkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Fokus pembangunan kami memang diarahkan pada infrastruktur jalan, karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," jelas Su'id.
Selain pembangunan jalan, Pemerintah Desa Wonorejo juga mendukung Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat. Gedung koperasi di Dusun Sosoan itu kini telah selesai dibangun.
“Kami berharap keberadaan koperasi ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, baik sebagai pusat pemenuhan kebutuhan maupun sebagai sarana pengembangan ekonomi desa," katanya. (gus/rud/*)
Editor : Fahreza Nuraga