KRAKSAAN, Radar Bromo-Proses evakuasi mayat di dasar sumur Desa Alasumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo yang dilakukan Jumat (3/7) berlangsung cukup dramatis. Awalnya, tim Inafis Satreskrim Polres Probolinggo yang mengevakuasi mayat.
Namun petugas kesulitan karena kondisi sumur yang sempit dan cukup dalam. Peralatan yang tersedia di lokasi tidak memungkinkan petugas turun dengan aman.
Evakuasi akhirnya melibatkan Tim Rescue Damkar Kabupaten Probolinggo yang datang membawa perlengkapan khusus. Termasuk tabung oksigen bagi petugas yang harus turun ke dasar sumur.
Proses penyelamatan dilakukan dua kali. Pertama, jenazah belum berhasil diangkat karena tali dan jaring pengikat terlepas saat proses penarikan.
Petugas kemudian mengulangi proses evakuasi. Pada percobaan kedua, jenazah akhirnya berhasil diangkat ke permukaan.
Baca Juga: Warga Alassumur Kulon Kraksaan Probolinggo Geger, Mayat tanpa Busana Ditemukan di Dasar Sumur
Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP I Made Kembar Mertadana mengatakan, penyelidikan masih terus dilakukan.
Polisi masih berupaya mengungkap identitas korban maupun penyebab kematiannya.
"Kami masih akan mengidentifikasi korban. Penyelidikan dan meminta keterangan saksi-saksi di TKP juga tengah kami lakukan," katanya.
Hingga Jumat sore, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian korban.
Jenazah telah dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan medis dan proses identifikasi lebih lanjut.
Suryadi, 35, pemilik lahan juga terlihat di lokasi selama proses evakuasi.
Menurutnya, bau busuk dari sekitar sumur tercium sejak sehari sebelum mayat ditemukan. Namun saat itu dia mengira bau itu berasal dari bangkai ayam.
Suryadi sendiri baru membeli lahan seluas lebih dari satu hektare tersebut sekitar delapan bulan lalu.
Saat dibeli, lahan itu masih ditumbuhi pohon jati, baru kemudian ditanami sengon.
Selama beberapa bulan terakhir, banyak tanaman sengon yang mengering. Karena itu, dua pekan terakhir ia rutin menyiram pohon-pohon sengon di sana. Penyiraman dilakukan dari dua sumber air berbeda.
"Kalau di sisi timur, ngambil air langsung dari sungai. Kalau di sisi barat ini memakai air dari sumur tersebut," katanya.
Rencananya, penyiraman di sisi barat baru dimulai kemarin pagi. Dua pekerjanya, Syafi'i dan Rudi, datang lebih dulu untuk mengambil air di sumur.
Namun keduanya curiga karena ada aroma busuk menyengat yang tercium di sekitar sumur.
"Syafi'i awalnya, saat hendak mengambil air di sumur karena ada bau busuk menyengat. Bau itu sudah tercium sejak kemarin (Kamis, Red), tapi kami mengira hanya bangkai ayam yang dibuang di sumur," ungkapnya.
Karena penasaran, kedua pekerja itu kemudian membuka penutup sumur yang terbuat dari beton. Penutup tersebut cukup berat sehingga harus dibuka bersama-sama.
"Setelah dibuka, ternyata bau busuk itu berasal dari dalam sumur. Saat dicek, terlihat kaki orang. Mereka langsung menghubungi saya, lalu saya datang dan melaporkannya ke pihak berwajib," tuturnya.
Sebelum penemuan mayat itu, menurutnya, sebenarnya sudah ada hal-hal yang janggal. Sumur yang airnya selalu jernih itu mendadak berubah.
"Biasanya tutup sumur itu tidak pernah terbuka, kecuali kalau dipakai. Airnya juga bening. Tapi sekitar dua minggu terakhir tutupnya terbuka sedikit dan mulai banyak sampah di dalam sumur," katanya. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi