
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Probolinggo terus menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan yang dikemas dalam bakti sosial. Tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, organisasi profesi dokter ini juga aktif menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak bencana. Baik di Kabupaten Probolinggo maupun di luar daerah.
==========================
RESPONS cepat IDI Cabang Kabupaten Probolinggo terlihat saat banjir melanda Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, pada 11 Maret 2025. Di tengah bulan Ramadan, para dokter turun langsung membagikan nasi sahur kepada warga terdampak.
Siang harinya, bersama Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, IDI kembali bergerak melakukan pemeriksaan kesehatan dan penyaluran bantuan sembako bagi korban banjir.
Ketika gempa bumi mengguncang Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, pada 18 Juli 2025, IDI Cabang Kabupaten Probolinggo kembali hadir di lokasi bencana. Tim melakukan survei lapangan, pemeriksaan kesehatan masyarakat, serta menyalurkan santunan bagi warga terdampak. Aksi kemanusiaan ini dilaksanakan pada 20 Juli 2025.
Aksi kemanusiaan berlanjut saat erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang pada 19 November 2025. IDI Cabang Kabupaten Probolinggo mengirimkan tim untuk melakukan survei, pemeriksaan kesehatan, dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak erupsi. Aksi kemanusian dilakukan pada 22-23 November 2025.
Tidak lama berselang, banjir kembali melanda Kecamatan Tiris pada 11 Desember 2025. Sebagai wujud kepedulian terhadap warga terdampak, IDI Cabang Kabupaten Probolinggo menggelar pelayanan kesehatan gratis sekaligus menyalurkan bantuan sembako di dua desa terdampak. Yakni, Desa Tiris dan Desa Andungbiru pada 13 Desember 2025.
Ketua IDI Cabang Kabupaten Probolinggo dr. Syahrudi, Sp.B., FINACS. mengatakan, aksi kemanusian ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial profesi dokter dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah.
“Kegiatan ini bertujuan meringankan beban masyarakat terdampak banjir, baik melalui bantuan kebutuhan pokok maupun pelayanan kesehatan. Kami juga ingin memberikan dukungan moral agar warga tetap kuat dan bangkit pascabencana,” ujarnya.
Komitmen kemanusiaan IDI Cabang Kabupaten Probolinggo tidak hanya diwujudkan di wilayah sendiri. Banjir hidrometeorologi yang terjadi di Aceh pada 26 November 2025, juga menjadi perhatian. Pada 21-29 Desember 2025, IDI Cabang Kabupaten Probolinggo menerjunkan Emergency Medical Team (EMT) untuk membantu korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Mereka adalah dr. Syahrudi, Sp.B, FINACS. dan dua dokter umum. Yakni, dr. Febry Yasin Fachroni, dr. Peni Endah Sitoresmi, serta seorang perawat, Sentot Suwondo, Amd., Kep. Mereka memberikan dukungan pelayanan medis di RSUD Aceh Tamiang, termasuk di instalasi bedah sentral, ruang operasi, dan instalasi gawat darurat. Mereka juga terlibat dalam operasi darurat kasus peritonitis.
“Selain di rumah sakit, kami membuka posko kesehatan darurat di sejumlah lokasi pengungsian yang belum memiliki layanan kesehatan. Kehadiran tim ini membantu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak banjir,” ujar dr. Syahrudi.
Aksi kepedulian berlanjut pada 24 Januari 2026 di Desa Sumberbendo, Kecamatan Sumberasih dan Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Dalam kegiatan tersebut, IDI Kabupaten Probolinggo menyalurkan 330 paket bantuan kepada warga terdampak banjir. Terdiri atas 180 paket di Desa Sumberbendo dan 150 paket di Desa Bayeman.
“Selain bencana skala nasional di Aceh, Tim EMT IDI Cabang Kabupaten Probolinggo juga ikut serta dalam penanganan bencana skala kabupaten, seperti di Krejengan, Tiris, Sumberasih, dan Tongas. Kemudian, bencana skala wilayah atau regional saat erupsi Gunung Semeru,” ujarnya.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi bukti nyata konsistensi IDI Cabang Kabupaten Probolinggo dalam menjalankan misi kemanusiaan. Melalui pelayanan kesehatan, bantuan sosial, dan keterlibatan langsung di lokasi bencana, para dokter terus hadir untuk membantu masyarakat menghadapi berbagai situasi darurat dan bencana. (uno/rud/*)
Editor : Muhammad Fahmi