Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jenazah Korban Tabrak Lari di Paiton Probolinggo Belum Teridentifikasi, Bakal Dimakamkan Jika Tak Ada Keluarga yang Melapor

Achmad Arianto • Selasa, 30 Juni 2026 | 09:29 WIB
MASIH Mr X: Tim identifikasi Polres Probolinggo melacak identitas korban namun belum membuahkan hasil. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)
MASIH Mr X: Tim identifikasi Polres Probolinggo melacak identitas korban namun belum membuahkan hasil. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)

 

KRAKSAAN, Radar Bromo - Identitas pria tak dikenal dugaan korban tabrak lari di jalan pantura Desa Binor, Kecamatan Paiton belum terungkap. Hingga kini jenazah masih berada di Kamar Mayat RSUD Waluyo Jati.

Koordinator Kamar Mayat RSUD Waluyo Jati Mujino mengatakan, pihak rumah sakit bersama petugas Satlantas Polres Probolinggo sudah melakukan upaya pencarian identitas jenazah.

Mulai dari identifikasi melalui sidik jari, menyebar informasi jenazah tersebut, hingga menghimpun keterangan dari warga. Namun upaya yang dilakukan masih belum membuahkan hasil.

“Jenazah masih ada di kamar mayat. Upaya pencarian identitas belum ada hasil,” katanya saat dikonfirmasi Senin (29/6).

Mujino menuturkan, sesuai dengan SOP yang dimiliki oleh rumah sakit, jenazah korban akan dimakamkan.

Ini bila selama satu minggu sejak jenazah masuk, tidak ada keluarga yang menjemput. Jenazah korban akan dimakamkan di lokasi jenazah tersebut ditemukan.

“Dalam waktu dekat ini rencananya akan dimakamkan. Tapi kami masih berkoordinasi dengan petugas yang menangani,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya seorang pria tak dikenal ditemukan tewas di badan jalan pantura Desa Binor, Kecamatan Paiton Selasa (23/6) malam. Korban ditemukan dengan luka di kepala diduga merupakan korban tabrak lari.

Jenazah tersebut memiliki ciri-ciri berjenis kelamin pria dengan perkiraan usia 60 tahun. Memiliki tinggi badan 162 sentimeter, berkulit sawo matang, rambut beruban, berkumis dan berjenggot.

Saat ditemukan menggunakan celana kain berwarna krem, mengenakan kaos warna abu-abu lengan pendek. Memiliki ciri khusus jari kelingking hilang satu ruas bekas luka lama. (ar/fun)

Editor : Fandi Armanto
#identitas #tabrak lari #korban kecelakaan #paiton