TEGALSIWALAN, Radar Bromo –Awal musim kemarau mulai dirasakan dampaknya di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya dialami masyarakat Desa/Kecamatan Tegalsiwalan.
Saat kemarau, pipanisasi terganggu dan mempengaruhi pasokan air bersih sejak dua hari lalu. Sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus droping air.
Minggu (28/6) petang BPBD mendroping 10.000 liter air bersih ke desa ini petang. Ribuan liter air ini diberikan kepada warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih karena kekurangan pasokan air.
Pengiriman air dilakukan setelah petugas menerima permohonan pengiriman air bersih. Setelah dilakukan pengecekan di lapangan rupanya memang benar wilayah yang dilaporkan mengalami krisis air bersih.
BPBD lalu merespons dengan melakukan pengiriman air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengalami kesulitan air akibat musim kemarau.
“Pendistribusian air merupakan bentuk pelayanan kebutuhan dasar masyarakat. Kami akan terus melakukan pemantauan dan menyalurkan air bersih,” kata Kepala Pelaksana BPBD Oemar Sjarief.
Sebanyak 10.000 liter air bersih didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan warga yang berdomisili di dua dusun Desa/Kecamatan Tegalsiwalan. Diantaranya RT. 24/RW. 4, Dusun Jurangdalam yang dihuni 45 kepala keluarga atau 156 jiwa. Dan RT. 27/RW. 5, Dusun Klobungan dengan jumlah 100 kepala keluarga atau 301 jiwa.
“Pengiriman air bersih dilakukan dua kali. Bergantian menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter,” ucapnya.
Oemar menuturkan, pendistribusian air bersih tersebut diharapkan memenuhi kebutuhan air bersih warga. Sekaligus mengurangi dampak kekeringan yang mulai dirasakan warga awal musim kemarau ini.
BPBD juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan. Sehingga penyaluran air bersih dapat dilakukan tepat sasaran serta dapat digunakan sesuai kebutuhan warga.
“Kami harap warga memanfaatkan air bersih yang telah disalurkan secara bijaksana. Disisi lain pemerintah desa diharapkan segera melapor apabila terjadi peningkatan kebutuhan air bersih. Sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat,” tandasnya. (ar/fun)
Editor : Fandi Armanto