PAITON, Radar Bromo - Sepekan sudah rehabilitasi jembatan Matikan II di ruas jalan pantura Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, berjalan.
Proses pengerjaan sudah mencapai 40 persen. Bagian sisi utara sudah hampir selesai menunggu pengujian kekuatan beton.
Pelaksana lapangan rehabilitasi jembatan Matikan II Muhammad Arif mengatakan, pengerjaan dilakukan sesuai dengan rencana. Pengerjaan dimulai dari pengupasan lapisan aspal jembatan sisi sebelah kiri (utara, red) sampai pada permukaan beton.
Pengerjaan ini dilakukan lantaran lapisannya permukaan jalan tidak rata. Kemudian dilanjutkan dengan pembongkaran beton jembatan. Selanjutnya dilakukan pengecoran beton baru agar konstruksinya lebih kokoh.
“Progres pengerjaan jembatan sudah 40 persen. Saat ini pembetonan jalan sudah selesai dilakukan. Tetapi masih kami pantau kemudian akan dilanjutkan pengujian kekuatan beton,” katanya.
Arif menjelaskan tidak ada kendala selama proses pengerjaan. Setiap pengerjaan dilakukan sesuai dengan rencana.
Pengecekan lapisan bawah beton jembatan yang memiliki bentang panjang 15 meter dan lebar 7 meter ini telah dilakukan dan kondisinya masih cukup kokoh.
Rehabilitasi yang dilakukan untuk memperkokoh bagian permukaan jalan Serta membuat permukaan jalan lebih rata. Dengan demikian kenyamanan dan keamanan pengguna jalan lebih terjamin.
Setelah pengujian beton dilaksanakan. Maka pengerjaan rehabilitasi akan dilanjutkan pada sisi jalan sebelah kanan (selatan, red).
Meskipun belum dilakukan pengaspalan sisi sebelah kiri sudah dapat dilewati oleh kendaraan yang melintas.
“Kami targetkan paling lambat besok (Selasa, red) pengujian beton sudah selesai. Jika sudah kokoh akan dilakukan pergantian lajur. Pengaspalan permukaan jalan menjadi tahap akhir atau finishing,” ucapnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 BBPJN Jawa Timur-Bali Wahyu Wibowo menambahkan, pengerjaan rehabilitasi jembatan dilaksanakan sesuai dengan tahapannya. Estimasi pengerjaan paling lama satu bulan.
Namun pekerja tetap berupaya menyelesaikan proyek tersebut secepat mungkin tanpa mengurangi kualitas pekerjaan. Percepatan pengerjaan dilakukan sebab dalam pelaksanaannya berdampak pada kelancaran lalu lintas pengguna jalan.
“Proses pengerjaannya sejauh ini sudah sesuai rencana. Setiap tahap pengerjaan kami pantau,” tuturnya. (ar/fun)
Editor : Fandi Armanto