KRAKSAAN, Radar Bromo- Setiap kemarau, Kabupaten Probolinggo, sering krisis air bersih. Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo memprediksi bisa terjadi bulan depan. Karena itu, mitigasi dilakukan sejak dini.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, krisis air bersih menjadi salah satu ancaman saat kemarau. Beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo rutin butuh kiriman air bersih. Sumber air mengecil sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan air bersih warga.
“Krisis air bersih menjadi potensi bencana tahunan saat kemarau. Ini perlu diwaspadai agar dampak yang ditimbulkan bisa diminimalisasi,” katanya.
Oemar menjelaskan, potensi kekeringan di Kabupaten Probolinggo terjadi tiga fase. Dengan wilayah terdampak yang berbeda-beda, berdasarkan analisis dan tren krisis air bersih yang dapat terjadi. Puncak kemarau diprediksi akan mulai terjadi sejak bulan depan. Wilayah Kecamatan Sumber, paling diwaspadai mengalami krisis air bersih.
Bulan Agustus, memasuki puncak kemarau diprediksi akan dirasakan di semua wilayah Kabupaten Probolinggo. Potensi krisis air bersih pun bisa terjadi.
Memasuki September, puncak kemarau dirasakan di sebagian wilayah barat Kabupaten Probolinggo. Meliputi Kecamatan Tongas, Lumbang, Wonomerto, Bantaran, dan Tegalsiwalan. Wilayah tersebut diwaspadai mengalami krisis air bersih.
Oemar menuturkan, saat musim kemarau pihaknya senantiasa waspada. Menyiagakan petugas untuk memantau kondisi wilayah potensi krisis air bersih. Jika ada laporan dan permohonan air bersih, petugas akan segera melakukannya.
“Pada prinsipnya kami akan berupaya memenuhi kebutuhan dasar air bersih. Jika ada permintaan pengiriman segera kami lakukan,” ujarnya. (ar/rud)
Editor : Fahreza Nuraga