KRAKSAAN, Radar Bromo-Menjadi operator alat berat tak hanya sekedar bisa menjalankan mesin. Tetapi juga harus paham dengan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) agar pekerjaan lancer sampai selesai.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo belum lama ini menggelar pelatihan K3 bagi operator alat berat. Pelatihan ini diikuti 35 operator alat berat yang bertugas di lingkungan DPUPR Kabupaten Probolinggo.
Pelatihan tersebut menghadirkan pemateri dari Perkumpulan Ahli Keselamatan Konstruksi Indonesia (PAKKI) Jawa Timur.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan teknis sekaligus profesionalisme operator alat berat guna mendukung pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang aman, efektif, dan berkualitas.
Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi penting terkait penerapan budaya keselamatan kerja. Materi yang diberikan meliputi komunikasi dan kerja sama di lingkungan kerja, prosedur penanganan keadaan darurat, penggunaan alat pelindung diri (APD), inspeksi lokasi kerja sebelum pelaksanaan pekerjaan, hingga Pemeriksaan dan Pemeliharaan Harian (P2H) sebelum alat berat dioperasikan.
Selain itu, para peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai teknik. Mulai pengoperasian alat berat untuk kegiatan pemindahan material, pekerjaan penggalian dan perataan sesuai spesifikasi teknis, teknik pelumasan (greasing), serta pemeliharaan ringan guna menjaga kinerja alat tetap optimal.
Pembina Jasa Konstruksi Ahli Muda DPUPR Cahyo Rachmad Dany, mengatakan bahwa pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas operator alat berat. Sebab mereka menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
“Pelatihan ini bertujuan agar kompetensi para operator semakin meningkat sehingga mampu melaksanakan pekerjaan secara aman, profesional dan sesuai standar yang berlaku,” ujarnya.
Menurut Cahyo, peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan dan sertifikasi merupakan langkah strategis dalam mendukung kualitas pembangunan infrastruktur. Selain itu untuk memperkuat daya saing sumber daya manusia di bidang konstruksi.
“Manfaat dari pelatihan dan sertifikasi ini adalah meningkatnya kompetensi sumber daya manusia operator alat berat DPUPR. Kami berharap dapat terwujud tenaga operator alat berat yang memiliki daya saing hingga tingkat nasional dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Jasa Konstruksi dan Peralatan DPUPR Ruli Nasrullah, menegaskan bahwa keberadaan operator alat berat yang kompeten menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan pelaksanaan proyek konstruksi.
“Ini sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Karena itu pelatihan K3 seperti ini perlu terus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme para operator,” katanya.
Ruli berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara optimal di lapangan. Sehingga mampu mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Probolinggo.
“Dengan adanya pelatihan K3 operator alat berat ini diharapkan para operator DPUPR semakin mampu mengembangkan dan meningkatkan perannya dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya pembangunan di Kabupaten Probolinggo,” terangnya.
Di akhir kegiatan, Ruli menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia juga memberikan semangat kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan belajar ini dengan sebaik-baiknya.
“Kami mengucapkan selamat belajar kepada seluruh peserta. Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dan bekerja sama sehingga pelatihan K3 operator alat berat ini dapat terlaksana dengan lancar,” pungkasnya. (mu/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni