BANYUANYAR, Radar Bromo – Aksi kejahatan jalanan kembali terjadi di Kabupaten Probolinggo. Rabu (17/6) pagi penjambret beraksi di ruas jalan Desa Pendil, Kecamatan Banyuanyar.
Korbannya seorang perempuan pedagang yang dijambret saat mengantarkan anaknya berangkat sekolah. Gelang emas yang dipakainya pun raib dibawa kabur pelaku.
Aksi kriminalitas ini terjadi sekitar pukul 06.50. Saat itu seorang perempuan sedang mengantarkan anaknya sekolah menggunakan motor Honda Vario.
Korban melaju dari arah Desa Sebaung, Kecamatan Gending menuju Desa Pendil, Kecamatan Banyuanyar tempat anaknya bersekolah.
Saat itu korban tak sadar telah dibuntuti lelaki tak dikenal menggunakan motor PCX yang mengekor di belakang. Sesampainya di depan gerbang masuk sekolah. Korban berhenti dan menurunkan anaknya.
Tiba-tiba orang tak dikenal tersebut juga berhenti di sisi sebelah kanan korban. Saat tangan korban masih memegang setir motor, pelaku kemudian menarik gelang emas yang dipakainya di tangan sebelah kanan. Berhasil mendapatkan gelang, pelaku kemudian kabur.
Aksi penjambretan ini kemudian menyebar luas di pesan berantai WhatsApp dan Facebook. “Korbannya perempuan dagang buah di Desa Sebaung, sedang mengantar anaknya sekolah. Tiba-tiba saja dipepet kemudian pelaku, lalu dengan cepat mengambil gelang,” kata Dani, 34, warga setempat.
Dani mengatakan ia mengetahui kejadian tersebut. Sebab saat itu juga sedang melintas diruas jalan yang sama. Namun dirinya tak menyadari jika korban menjadi sasaran aksi penjambretan.
Baru diketahuinya setelah timbul keributan sehingga Dani menghentikan laju motornya.
Dani juga kaget karena aksi penjambretan tersebut tergolong nekat. Sebab saat itu ada beberapa orang di sekitar tempat kejadian. Tetapi orang-orang semua bingung apa yang terjadi sampai-sampai tidak ada warga yang mengejar.
“Awalnya saya pikir terjadi serempetan motor. Baru tahu setelah berhenti tanya langsung sama korban ngakunya gelang emasnya dijambret,” terangnya.
Kapolsek Banyuanyar AKP Siswandi mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan dari korban penjambretan tersebut.
Namun aksi kriminalitas ini tetap mendapatkan perhatian serius dari pihaknya. “Kami belum menerima laporan adanya aksi penjambretan tersebut,” ucapnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid