KRAKSAAN, Radar Bromo-Keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan di berbagai wilayah Kabupaten Probolinggo kembali bermunculan. Lubang dan permukaan jalan yang rusak tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Merespons kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo melakukan pekerjaan tambal sulam di sejumlah ruas jalan di wilayah barat, tengah, dan timur.
Penanganan dilakukan menggunakan truk alpomain untuk mencegah kerusakan berkembang lebih parah sekaligus menjaga fungsi layanan jalan.
Di wilayah barat, pekerjaan dilakukan pada ruas Jalan Keliling Sukapura sepanjang 0,520 kilometer. Penanganan ini merupakan tindak lanjut laporan masyarakat melalui aplikasi SAE JAL. Sementara itu, di wilayah tengah, perbaikan dilakukan pada ruas Jalan Paras-Klenang Kidul sepanjang 9,300 kilometer. Adapun di wilayah timur, tambal sulam dilaksanakan pada ruas Jalan Jabung Sisir-Kalikajar Kulon sepanjang 6,290 kilometer.
Kedua ruas tersebut ditangani setelah adanya laporan masyarakat melalui layanan Hallo SAE.
Kepala DPUPR Hengki Cahjo Saputra mengatakan, penanganan dilakukan untuk mencegah kerusakan yang ada berkembang menjadi lebih berat.
"Pekerjaan tambal sulam ini kami lakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat yang masuk melalui SAE JAL maupun Hallo SAE. Kami berupaya memberikan respons cepat agar kerusakan jalan tidak semakin parah dan tetap aman dilalui oleh masyarakat," kata Hengki.
Menurut dia, laporan masyarakat menjadi salah satu instrumen penting dalam menentukan titik-titik yang membutuhkan penanganan segera. Terutama di tengah keterbatasan sumber daya dan luasnya jaringan jalan yang harus dipelihara.
"Partisipasi masyarakat sangat membantu kami dalam mengidentifikasi titik-titik kerusakan jalan yang membutuhkan penanganan segera. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk terus memanfaatkan layanan pengaduan yang telah disediakan," ujarnya.
Meski demikian, pekerjaan tambal sulam pada dasarnya merupakan bentuk pemeliharaan rutin yang bersifat sementara.
Penanganan tersebut diperlukan untuk menjaga kemantapan jalan dan keselamatan pengguna, namun tidak serta-merta menyelesaikan persoalan mendasar pada ruas yang telah mengalami kerusakan berulang.
Karena itu, selain mengandalkan respons cepat terhadap aduan masyarakat, pemerintah daerah dituntut menyusun prioritas penanganan yang lebih terukur. Termasuk melalui peningkatan kualitas pemeliharaan berkala dan rehabilitasi pada ruas-ruas dengan tingkat kerusakan tinggi.
Hengki mengatakan, kegiatan pemeliharaan jalan akan terus dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi ruas jalan dan skala prioritas yang telah ditetapkan.
"Melalui kegiatan ini kami berharap kualitas jalan tetap terjaga sehingga dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi serta konektivitas antarwilayah di Kabupaten Probolinggo," katanya.
Kecepatan merespons aduan publik memang penting. Namun, keberhasilan tata kelola infrastruktur jalan pada akhirnya tidak hanya diukur dari seberapa cepat lubang ditambal, melainkan dari kemampuan pemerintah menjaga kualitas jalan agar kerusakan serupa tidak terus berulang dan keselamatan pengguna jalan dapat lebih terjamin. (mu/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni