KRAKSAAN, Radar Bromo-. Hingga kini masih damkar juga sudah mendapat ratusan kali laporan laporan untuk mengevakuasi tawon vespa.
Kepala bidang pengendalian bahaya kebakaran dan nonkebakaran Satpol PP Andrea Persaulian mengatakan, tugas utama damkar memang menangani kebakaran. Namun juga memiliki tugas lain berupa penanganan nonkebakaran atau rescue. Setiap bulannya tren laporan maupun aduan insiden nonkebakaran lebih menonjol.
“Setiap bulannya laporan nonkebakaran ini lebih dominan. Setelah memastikan laporan tersebut benar, petugas langsung turun ke lokasi melakukan evakuasi,” katanya.
Sejak Januari sampai dengan awal Juni, damkar telah mendapatkan dan menangani setidaknya 160 laporan nonkebakaran yang mayoritas merupakan laporan dan evakuasi sarang tawon vespa.
Keberadaan tawon ini kerap dikeluhkan karena berada di lingkungan rumah. Warga khawatir binatang kecil ini dapat menyengat orang yang berada dekat sarang. Jika jumlah tawon yang menyengat cukup banyak dan telat penanganan bahkan dapat menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Karena itulah laporan segera ditindaklanjuti oleh petugas.
Selain itu petugas juga mendapatkan laporan dan evakuasi non kebakaran lainnya berupa evakuasi binatang liar masuk rumah seperti biawak, kelelawar, dan ular. Lalu evakuasi cincin yang tidak bisa dibuka. Evakuasi pohon tumbang dan penyiraman jalan kotor serta licin. Kemudian evakuasi sapi tercebur di sumur dan evakuasi lainnya yang dinilai mengancam keselamatan.
“Dari keseluruhan laporan yang diterima 65 persennya tawon vespa. Sisanya laporan lain yang dinilai perlu dilakukan rescue,” ucapnya.
Pihaknya berkomitmen selama ada laporan yang berkaitan dengan keselamatan dan evakuasi. Petugas akan segera melakukan tindakan. Sebab petugas memiliki prinsip bahwa warga tidak akan melaporkan kejadian jika tidak penting dan perlu ditangani dengan cepat. (ar/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni