Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Berharap Dukungan Lintas Sektor untuk Pembangunan Kantor Desa Kalidandan di Pakuniran

Didik Purwanto • Rabu, 17 Juni 2026 | 06:10 WIB
KAWAL POSYANDU: Ismawati Ketua PKK Desa Kalidandan saat pemberian vaksin kepada Balita, kegiatan posyandu di Dusun Krajan. (Foto: Didik Purwanto/Jawa Pos Radar Bromo)
KAWAL POSYANDU: Ismawati Ketua PKK Desa Kalidandan saat pemberian vaksin kepada Balita, kegiatan posyandu di Dusun Krajan. (Foto: Didik Purwanto/Jawa Pos Radar Bromo)

KEBIJAKAN efisiensi anggaran yang berdampak pada berkurangnya alokasi Dana Desa (DD) turut dirasakan Pemerintah Desa Kalidandan, Kecamatan Pakuniran. Meski ruang fiskal semakin terbatas, pemerintah desa tetap berupaya memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat melalui pembangunan yang menjadi prioritas hasil Musyawarah Desa (Musdes).

Salah satu program yang berhasil direalisasikan pada 2026 adalah pembangunan rabat beton di Dusun Krajan RT 1 RW 2 sepanjang 75 meter dengan lebar 4,5 meter. Jalan tersebut dipilih karena kondisinya sudah rusak cukup parah dan kerap dikeluhkan warga.

Kepala Desa Kalidandan Kusnadi menjelaskan, banyak kebutuhan masyarakat yang sebenarnya membutuhkan perhatian. Namun keterbatasan anggaran membuat pemerintah desa harus menentukan skala prioritas.

“Dengan adanya efisiensi anggaran, memang masih banyak kebutuhan masyarakat yang belum bisa kami penuhi. Namun alhamdulillah tahun ini masih bisa merealisasikan pembangunan rabat beton yang memang menjadi kebutuhan mendesak warga,” katanya.

Menurutnya, saat musim hujan jalan tersebut sering tergenang air yang bercampur dengan kotoran ternak sehingga mengganggu aktivitas masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas.

BANTUAN: Bendahara Desa Sholeh menyerahkan BLT DD kepada Bu di Dusun Klompangan. (Foto: Didik Purwanto/Jawa Pos Radar Bromo)
BANTUAN: Bendahara Desa Sholeh menyerahkan BLT DD kepada Bu di Dusun Klompangan. (Foto: Didik Purwanto/Jawa Pos Radar Bromo)

“Kalau hujan, air dan kotoran sapi menggenang di jalan itu. Banyak warga yang mengeluh sehingga kami memprioritaskan perbaikannya terlebih dahulu,” tambahnya.

Kusnadi mengungkapkan, pembangunan tersebut bukan semata-mata keputusan pemerintah desa, melainkan hasil usulan masyarakat yang disampaikan dalam forum Musdes. Karena tingkat urgensinya tinggi, perbaikan jalan akhirnya menjadi program yang didahulukan.

Di balik upaya memenuhi kebutuhan infrastruktur warga, Pemerintah Desa Kalidandan juga masih menyimpan harapan besar untuk memiliki kantor desa sendiri.

Hingga kini, kebutuhan tersebut belum dapat diwujudkan karena terkendala ketersediaan lahan dan keterbatasan anggaran.

“Yang paling kami butuhkan sebenarnya kantor desa. Kendalanya lahan belum tersedia, sementara kalau lahannya ada pun anggarannya juga belum memungkinkan,” ungkap Kusnadi.

Karenanya Kusnadi berharap ada dukungan kepada pemerintah daerah maupun anggota legislatif agar kebutuhan tersebut dapat direalisasikan secara bertahap.  

“Selain meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, keberadaan kantor desa yang representatif juga dapat menjadi pusat aktivitas pemerintahan yang lebih baik di masa mendatang,kata Kusnadi.

PEMIMPIN DESA : Kepala Desa Kalidandan Kusnadi. Dia berharap desanya memiliki kantor desa sendiri. (Foto: Didik Purwanto/Jawa Pos Radar Bromo)
PEMIMPIN DESA : Kepala Desa Kalidandan Kusnadi. Dia berharap desanya memiliki kantor desa sendiri. (Foto: Didik Purwanto/Jawa Pos Radar Bromo)
 

Perkuat Jaring Pengaman Sosial-Layanan Kesehatan 

Di tengah keterbatasan anggaran pembangunan, Pemerintah Desa Kalidandan tetap berupaya menjaga program sosial dan pelayanan kesehatan masyarakat agar berjalan optimal. Berbagai program bantuan dan pemberdayaan tetap menjadi perhatian pemerintah desa sepanjang 2026.

Salah satu program yang terus dilaksanakan adalah Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD). Tahun ini, bantuan tersebut diberikan kepada tiga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masuk kategori masyarakat rentan dan berpenghasilan rendah.

Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp 300 ribu per bulan. Penyalurannya dilakukan setiap tiga bulan sekali atau per triwulan, sehingga masing-masing KPM menerima Rp 900 ribu dalam satu kali pencairan. BLT DD juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di tingkat desa.

Tak hanya itu, Desa Kalidandan juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp 100 juta untuk mendukung kegiatan Posyandu. Program tersebut menjangkau 100 balita, 35 ibu hamil, dan 50 warga lanjut usia (lansia) yang tersebar di Dusun Krajan, Klompangan, dan Bendungan.

Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung pelaksanaan layanan kesehatan dasar, pemberian makanan tambahan (PMT), serta operasional 10 kader Posyandu yang aktif mendampingi masyarakat.

Kepala Desa Kalidandan Kusnadi menegaskan bahwa meski anggaran desa mengalami penyesuaian, pelayanan dasar kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas.

“Saya sudah menyampaikan kepada masyarakat bahwa adanya perubahan aturan dan efisiensi membuat dana yang tersedia tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Namun pelayanan kepada masyarakat tetap harus berjalan,” katanya. (dik/fun/*)

 

RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2026

·         Rabat Beton di Dusun Krajan

·         Rehab RTLH 1 Unit

·         BLT DD 3 KPM

·         POSYANDU  untuk balita, ibu hamil, lansia

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Desa Kalindandan #Tramsparansi Desa #kecamatan pakuniran