PEMERINTAH Desa Gondosuli, Kecamatan Pakuniran, menghadapi tantangan baru dalam pelaksanaan pembangunan tahun 2026.
Anggaran Dana Desa yang sebelumnya Rp1,2 miliar kini tersisa sekitar Rp 300 juta. Kondisi ini membuat pemerintah desa harus lebih selektif dalam menentukan program prioritas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Kepala Desa Gondosuli, Muhammad, mengatakan keterbatasan anggaran tidak akan mengurangi komitmen pemerintah desa untuk tetap menghadirkan pembangunan yang bermanfaat bagi warga. "Soal anggaran yang sisanya tinggal Rp300 juta, mudah-mudahan desa bisa mengelola dengan baik. Bbisa merencanakan apa yang bermanfaat bagi masyarakatnya," katanya.
Salah satu pembangunan yang telah direalisasikan adalah rabat beton di Dusun Krajan RT 1 RW 1 dengan panjang 30 meter, lebar 1,5 meter dan ketebalan 16 sentimeter. Infrastruktur tersebut diprioritaskan untuk mendukung akses jalan menuju Koperasi Merah Putih.
Selain itu, pemerintah desa juga menyiapkan dana afirmasi sebesar Rp100 juta dari pemerintah daerah. Rencananya dana ini untuk pembangunan jalan rabat beton di Dusun Duren pada triwulan ke empat.

Muhammad mengakui, masih banyak kebutuhan pembangunan yang belum dapat terakomodasi karena keterbatasan anggaran. Beberapa pekerjaan yang dinilai mendesak antara lain perbaikan jalan desa yang rusak akibat tergerus air, pembangunan tembok penahan tanah (TPT), serta perbaikan jaringan irigasi.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, pemerintah desa mulai menjajaki berbagai sumber pendanaan dari luar."Terkait pembangunan, semoga ke depannya bisa dibantu dana Pokir,dan dana dari Pemerintah Pusat atau Daerah" Ujarnya.
Jaga Keberlangsungan Program Sosial-Kesehatan.
Pemerintah Desa Gondosuli, Kecamatan Pakuniran, tetap berkomitmen menjaga keberlangsungan program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Berbagai bantuan sosial dan layanan dasar tetap menjadi prioritas untuk memastikan kesejahteraan warga tetap terjaga.
Tahun ini, pemerintah desa menyalurkan bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD) kepada enam keluarga penerima manfaat (KPM). Selain itu, sebanyak 1.416 KPM juga menerima bantuan pangan berupa 20 Kg beras dan minyak 2 liter yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, khususnya keluarga berpenghasilan rendah.
Perhatian terhadap kesehatan masyarakat juga terus diperkuat melalui program Posyandu. Desa Gondosuli mengalokasikan anggaran sebesar Rp159,6 juta untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi 315 balita, 40 ibu hamil, dan 65 lansia yang tersebar di Dusun Krajan, Ranon, Karangduwek, Pakis, Duren, dan Kletek. Sebanyak 28 kader Posyandu dilibatkan untuk memastikan layanan berjalan optimal.
Kepala Desa Gondosuli Muhammad menjelaskan, program Posyandu juga mencakup Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi kelompok sasaran. Namun hingga saat ini, pendanaannya masih bersumber dari Dana Desa karena belum terintegrasi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Program Posyandu juga mencakup PMT. Saat ini pembiayaannya masih menggunakan Dana Desa karena belum tercover program MBG," katanya.
Menurutnya, proses pendataan penerima manfaat masih menjadi kendala sehingga belum seluruh sasaran dapat terakomodasi secara maksimal."Untuk saat ini belum tercover penuh karena masih dalam proses pendataan. Ada beberapa warga yang belum menerima karena persoalan data yang masih perlu diperbaiki," jelasnya.
Selain program sosial, pemerintah desa juga merealisasikan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak satu unit di Dusun Karangduwek RT 2 RW 3. Rumah yang menjadi sasaran pembangunan adalah milik Zainal Abidin.
Ia berharap masyarakat dapat memahami kondisi efisiensi anggaran yang sedang berlangsung, sembari mendukung upaya desa mencari berbagai peluang bantuan pendanaan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan dan kesejahteraan warga. (dik/fun/*)

RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2026
· Pembangunan Rabat Beton
· Rehab RTLH 1 unit
· BLT DD 6 KPM
· Posyandu untuk balita, ibu hamil, lansia
· Bantuan Pangan untuk 1.416 keluarga penerima manfaat
Editor : Moch Vikry Romadhoni