Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pengelolaan Limbah SPPG Kembali Jadi Sorotan Evaluasi MBG di Kabupaten Probolinggo

Agus Faiz Musleh • Minggu, 14 Juni 2026 | 21:09 WIB

 

FOKUS IPAL: Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi berdialog tentang tata kelola SPPG di Kecamatan Banyuanyar, Jumat (12/6).
FOKUS IPAL: Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi berdialog tentang tata kelola SPPG di Kecamatan Banyuanyar, Jumat (12/6).

 

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pengelolaan limbah di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali menjadi catatan penting dalam evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Probolinggo.

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di sejumlah dapur harus mendapat perhatian serius. Sehingga tidak menimbulkan persoalan lingkungan maupun kesehatan.

Temuan itu mengemuka dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan Tim Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Probolinggo.

Monev dilakukan di SPPG Banyuanyar Tengah dan SPPG Liprak Wetan, Kecamatan Banyuanyar, Jumat (12/6).

Sebelum meninjau dapur, tim lebih dulu mendatangi SDN Banyuanyar Tengah untuk melihat makanan yang diterima peserta didik.

Peninjauan dilanjutkan ke dua dapur SPPG, sekaligus berdialog dengan kelompok penerima manfaat lain. Seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

Baca Juga: Siapkan Kendaraan Satgas dan Sekretariat MBG, Ini Tujuan Pemkab Pasuruan

Dari evaluasi lapangan tersebut, aspek pengelolaan limbah menjadi perhatian utama. Keberadaan IPAL dinilai bukan sekadar fasilitas pelengkap dari SPPG.

Melainkan bagian penting untuk memastikan proses produksi makanan berjalan aman, higienis, dan sesuai ketentuan lingkungan.

Wakil Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi menegaskan, evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh sistem pendukung program berjalan sesuai standar. Termasuk pengolahan limbah dapur.

“Ini adalah pembinaan, sekaligus memastikan sistem IPAL berjalan sesuai standar. Tujuannya agar proses pengolahan makanan berlangsung baik dan hasil makanan yang didistribusikan tidak menimbulkan masalah kesehatan bagi para penerima manfaat,” ujarnya, Minggu (14/6).

Sjaiful menegaskan, program MBG tidak hanya diukur dari tersedianya makanan bagi penerima manfaat.

Keberlanjutan program ini sangat ditentukan oleh tata kelola dapur, higienitas produksi, hingga pengelolaan dampak lingkungan.

Karena itu, ia meminta pengelola SPPG untuk membuka ruang komunikasi yang lebih aktif dengan sekolah maupun kelompok penerima manfaat.

Sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat segera diketahui dan diperbaiki.

Ke depan, menurutnya, pihaknya akan terus melakukan pengawasan, sekaligus pembinaan terhadap seluruh dapur SPPG. Khususnya terkait fungsi IPAL.

“Pengawasan dan pembinaan rutin ini sengaja kami lakukan untuk memastikan sistem IPAL dapat berfungsi baik sesuai standar. Ini penting karena dapur yang sehat tidak hanya menghasilkan makanan yang aman dikonsumsi, tetapi juga harus ramah terhadap lingkungan,” ujarnya. (mu/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#ipal #kabupaten probolinggo #Mbg #kesehatan #SPPG