MARON, Radar Bromo–Sebuah papan reklame berukuran besar di sekitar Pasar Maron, Kabupaten Probolinggo, tiba-tiba roboh setelah diterjang angin kencang Jumat (12/6). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Reklame milik perusahaan rokok Djarum itu ambruk hingga memakan sebagian badan jalan, sekitar pukul 12.30.
Ukuran reklame yang ambruk itu memiliki lebar 5 meter dengan panjang mencapai 10 meter. Sementara tiang utama penyangganya memiliki panjang sekitar 15 meter.
Peristiwa itu sempat membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi terganggu. Pengendara yang melintas harus berhati-hati karena petugas melakukan pengamanan di area reklame yang roboh.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan dan asesmen awal.
Berdasarkan asesmen awal diketahui, reklame roboh diduga akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Maron kemarin.
"Kronologinya, hujan deras disertai angin di Kecamatan Maron mengakibatkan papan reklame milik Djarum roboh. Kejadiannya sekitar pukul 12.30. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," terang anggota TRC BPBD Kabupaten Probolinggo Aditya Ainul Fibad.
TRC lantas melakukan penanganan awal dengan memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan. Terutama kabel yang ikut tertarik papan.
“Langkah awal yang kami lakukan yaitu mengamankan lokasi dan mengatur arus kendaraan agar bisa melintas dengan aman. Untuk kabel sudah diamankan dan diikat ke atas," lanjutnya.
Setelah lokasi dipastikan aman, evakuasi material reklame dilakukan oleh vendor pemilik reklame. Sejumlah pekerja diturunkan ke lokasi untuk memotong konstruksi reklame yang roboh.
“Harapannya, material reklame yang menutup sebagian badan jalan dapat segera dipindah dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lebih lama. Reklame dipotong oleh vendornya sendiri," imbuhnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian di Maron itu sempat mengundang perhatian warga yang melintas.
Banyak pengendara berhenti sejenak untuk melihat proses penanganan di lokasi.
Beruntung, respons cepat petugas dan koordinasi dengan pihak vendor membuat situasi tetap terkendali hingga proses evakuasi dilakukan. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi