KRAKSAAN, Radar Bromo-Kelakuan Nugroho Priyo Wicaksono 33, tidak pantas ditiru. Pria asal Perumahan Kraksaan Permai, Desa Sidopekso, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo ini sempat bikin heboh karena mengaku dibegal.
Tapi ternyata dia menebar berita bohong karena motor yang dikendarainya ternyata dijual.
Untuk membuat ceritanya seakan nyata, dia bahkan nekat melukai dirinya sendiri.
Namun pria yang seharinya bekerja di RSUD Waluyo Jati ini tak pernah membuat laporan polisi.
Inilah yang membuat polisi janggal hingga akhirnya terungkap bahwa Nugroho menebar hoax.
Akibat hoax ini, Nugroho bahkan dipanggil ke mapolsek Kraksaan, Rabu (3/6) malam. Hingga setelah diklarifikasi, Nugroho akhirnya mengaku jika kejadian pembegalan dirinya tidak ada, dan hanya berpura-pura. Penyebabnya, ia terlilit utang.
"Saya menyampaikan klarifikasi atas kejadian viral kemarin. Saya melakukan itu karena saya khilaf, saya meminta maaf atas kesalahan saya yang membuat berita hoax tentang begal, dan saya meminta maaf warga Probolinggo, Kapolres, dan Kapolsek," ujar pria bertubuh kurus tersebut.
"Saya berbuat seperti itu karena saya terdesak kebutuhan. Kejadian begal itu hoax, sekali lagi saya minta maaf," imbuhnya lagi.
Sementara Kapolsek Kraksaan Kapolsek Kraksaan Kompol Masykur mengatakan, yang bersangkutan mengaku bahwa dirinya sebenarnya bukan korban begal.
"Jadi dia (Nugroho, red) itu tidak di begal, dia sengaja melukai dirinya sendiri dengan cara membenturkan kepalanya ke pohon Dan melukai dirinya dengan silet yang dibelinya di warung," beber eks kapolsek Bugul Kidul, Kota Pasuruan ini.
"Untuk motor miliknya, sebenarnya dia jual ke temannya sendiri. Jadi, habis transaksi di daerah Sidomukti, dia naik ojek ke lokasi kemudian berpura-pura kena begal. Yang katanya mengantar istri, itu tidak benar," ujarnya.
Yang bikin lucu lagi, ternyata motor yang dijual ternyata milik orang tuanya.
"Motor itu di jual ke teman nya sendiri seharga Rp 1.5 juta. Sepeda motornya sudah kami amankan," tutupnya
Seperti diberitakan sebelumnya, Nugroho sempat mengaku dibegal pada Senin (1/6) sekitar 21.45. Insiden itu awalnya diakuinya terjadi di di sisi timur Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Probolinggo.
Malam itu Nugroho yang berstatus perawat di RSUD Waluyojati mengaku, baru saja mengantarkan istrinya yang juga bekerja di RSUD Waluyo Jati. Sang istri disebutkan Nugroho kebagian sif malam.
Atas berita hoax ini, apakah kepolisian akan memproses Nugroho?
Soal itu, kapolsek Kraksaan menyebut, sempat memikirkan untuk memproses yang bersangkutan. Namun karena Nugroho belum membuat laporan polisi, maka dia tidak bisa dijerat laporan palsu. (mu/fun)
Editor : Muhammad Fahmi