TIRIS, Radar Bromo–Agenda dua bocah bermain di kawasan Ranu Betok, Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo berujung tragedi. Kedua bocah meninggal usai tenggelam di Ranu Betok.
Insiden memilukan itu terjadi Jumat sore (5/6). Kedua korban itu masih duduk di bangku SD.
Kedua bocah asal Dusun Manggis, Desa Tiris, Kecamatan Tiris. Mereka berinisial AD dan WY.
Keduanya diduga tenggelam saat bermain di kawasan danau yang berada di wilayah Kecamatan Tiris tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sekitar pukul 15.00 kedua korban datang ke lokasi bersama seorang teman mereka.
Ketiganya sempat bermain di sekitar area ranu. Namun, AD dan WY kemudian diduga memutuskan untuk turun ke air dan berenang.
Baca Juga: Mandi di Sungai Sedodol, Balita 4 Tahun di Kraton Pasuruan Tenggelam
Nahas, aktivitas itu berujung petaka. Kedua bocah tersebut diduga mengalami kesulitan saat berada di tengah perairan hingga akhirnya tenggelam dan tidak mampu menyelamatkan diri.
Sementara seorang teman korban yang tetap berada di tepi danau hanya bisa menyaksikan kejadian tersebut.
Panik melihat kedua temannya hilang di permukaan air, sang teman itu langsung berteriak meminta pertolongan warga.
Teriakan itu sontak mengundang perhatian masyarakat sekitar. Warga yang berdatangan ke lokasi kemudian berupaya melakukan pencarian bersama personel Polsek Tiris dan perangkat Pemerintah Desa Ranuagung.
Proses pencarian berlangsung cukup menegangkan. Setelah dilakukan penyisiran di area perairan, kedua korban akhirnya berhasil ditemukan.
Selanjutnya, korban dievakuasi dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk menjalani pemeriksaan medis.
Kasihumas Polres Probolinggo Iptu Merdhani Pravita Shanty membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Menurutnya, kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti insiden yang merenggut dua nyawa anak-anak itu.
"Benar, telah terjadi peristiwa dua anak tenggelam di kawasan Ranu Betok, Kecamatan Tiris. Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut," ujar Pravita
Ia menambahkan, petugas masih mengumpulkan berbagai informasi dan keterangan saksi yang mengetahui secara langsung peristiwa tersebut.
"Petugas masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan bukti-bukti dan meminta keterangan saksi. Proses penyelidikan masih berlangsung," tambahnya.
Usai menjalani pemeriksaan di puskesmas setempat, jenazah kedua korban diserahkan kepada keluarga masing-masing. Suasana haru menyelimuti proses pemulangan jenazah sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan. (mu/mie)
Editor : Muhammad Fahmi