Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

BUMDes Bina Sejahtera Desa Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran-Probolinggo, Kembangkan Usaha Ternak Sapi, Begini Hasilnya

Agus Faiz Musleh • Jumat, 5 Juni 2026 | 12:54 WIB
MONEV: Kepala Desa Gunggungan Lor Sumiati (kiri) mengikuti monitoring dan evaluasi oleh Pemerintah Kecamatan Pakuniran. (AGUS FAIZ MUSLEH/JAWA POS RADAR BROMO)
MONEV: Kepala Desa Gunggungan Lor Sumiati (kiri) mengikuti monitoring dan evaluasi oleh Pemerintah Kecamatan Pakuniran. (AGUS FAIZ MUSLEH/JAWA POS RADAR BROMO)

PEMERINTAH Desa Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, terus berupaya membangun kemandirian ekonomi. Salah satunya dengan memaksimalkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bina Sejahtera. Kini salah satu usaha yang terus dikembangkan adalah peternakan sapi.

Program peternakan sapi menjadi salah satu langkah strategis desa dalam menciptakan sumber pendapatan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Sejauh ini, BUMDes Bina Sejahtera memiliki 13 ekor sapi yang dikelola bersama mitra petani. Dari jumlah itu, enam ekor telah berhasil dipasarkan.

Kepala Desa Gunggungan Lor Sumiati mengatakan, pengembangan usaha ternak sapi dipilih karena prospeknya menjanjikan. Juga sesuai potensi masyarakat.

“Kami membangun usaha ternak melalui BUMDes Bina Sejahtera dengan sistem kemitraan bersama petani. Saat ini, ada 13 ekor sapi yang dikelola dan enam ekor sudah terjual. Hasilnya menjadi salah satu bentuk penguatan ekonomi desa,” ujarnya.

Menurutnya, pola kemitraan memberikan manfaat ganda. Selain meningkatkan pendapatan BUMDes, masyarakat juga memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam pengelolaan usaha produktif yang berkelanjutan.

LEBIH AMAN: Seorang petugas mengecek salah satu PJU yang dipasang di jalan Desa Gunggungan Lor. (PEMERINTAH DESA GUNGGUNGAN LOR FOR JAWA POS RADAR BROMO)
LEBIH AMAN: Seorang petugas mengecek salah satu PJU yang dipasang di jalan Desa Gunggungan Lor. (PEMERINTAH DESA GUNGGUNGAN LOR FOR JAWA POS RADAR BROMO)

Keberadaan BUMDes tidak hanya diposisikan sebagai lembaga usaha desa. Tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat. Melalui pengembangan sektor peternakan, pemerintah desa berharap dapat menciptakan siklus ekonomi yang memberikan manfaat bagi warga.

“Tujuan kami bukan hanya mencari keuntungan, tetapi bagaimana usaha desa ini mampu menggerakkan perekonomian masyarakat dan menciptakan peluang usaha baru bagi warga,” ujar Sumiati. (mu/rud/*)

 

 

PJU dan Posyandu Jadi Prioritas

Pemerintah Desa Gunggungan Lor terus memperkuat pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Tidak hanya fokus pada pengembangan ekonomi melalui BUMDes, pemerintah desa juga memberikan perhatian besar pada pelayanan dasar berupa penerangan jalan umum (PJU) dan kegiatan kesehatan melalui Posyandu.

Tahun ini, pemerintah desa telah memasang 25 unit PJU yang disebar di sejumlah wilayah. Meliputi Dusun Arah, Dusun Nangkah, dan Dusun Krajan. Keberadaan lampu penerangan ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan keamanan masyarakat, terutama ketika malam.

Kepala Desa Gunggungan Lor Sumiati mengatakan, pembangunan infrastruktur dasar merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas hidup warga.

“Kami memasang 25 unit PJU. Penerangan jalan sangat dibutuhkan masyarakat karena berkaitan dengan keamanan, kenyamanan, dan aktivitas warga pada malam hari,” katanya.

Selain infrastruktur, pemerintah desa juga terus mendukung kegiatan Posyandu. Kegiatan ini rutin dilaksanakan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

SUMBER PAD: Pengurus BUMDes Bina Sejahtera Desa Gunungan Lor, merawat sapi yang dibudi daya dengan program kemitraan dengan petani dan peternak setempat.
SUMBER PAD: Pengurus BUMDes Bina Sejahtera Desa Gunungan Lor, merawat sapi yang dibudi daya dengan program kemitraan dengan petani dan peternak setempat.

Berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari pemantauan tumbuh kembang balita, imunisasi, pemberian makanan tambahan (PMT), hingga pemeriksaan kesehatan dasar bagi masyarakat.

Menurut Sumiati, kesehatan masyarakat menjadi salah satu fondasi utama pembangunan desa. Karena itu, keberadaan Posyandu terus diperkuat melalui dukungan kader kesehatan dan partisipasi masyarakat.

“Posyandu menjadi sarana penting untuk memastikan kesehatan ibu dan anak tetap terpantau. Kami juga mendorong masyarakat agar aktif mengikuti kegiatan kesehatan yang dilaksanakan secara rutin,” ujarnya. (mu/rud/*)

Editor : Fahreza Nuraga
#sumber #pendapatan #peternakan sapi perah #bumdes #ekonomi