Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Uji Ribuan Ayam di Peternakan Wonomerto Probolinggo, Hasilnya Ada yang Positif

Achmad Arianto • Jumat, 5 Juni 2026 | 07:33 WIB
DIUJI: Tim UPT Labkeswan Malang dan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur melaksanakan uji pullorum di Desa Sepuhgembol, Kecamatan Wonomerto beberapa waktu lalu. (Foto: Diperta for Jawa Pos Radar Bromo)
DIUJI: Tim UPT Labkeswan Malang dan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur melaksanakan uji pullorum di Desa Sepuhgembol, Kecamatan Wonomerto beberapa waktu lalu. (Foto: Diperta for Radar Bromo)

WONOMERTO, Radar Bromo - Penyakit pullorum pada unggas masih diwaspadai di Jawa Timur. Tak terkecuali di wilayah Kabupaten Probolinggo. Beberapa waktu lalu  Dinas Pertanian (Diperta) mendampingi tim UPT Laboratorium Kesehatan Hewan (Labkeswan) Malang serta Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur melaksanakan uji pullorum di Desa Sepuhgembol Kecamatan Wonomerto.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Diperta Kabupaten Probolinggo Nikolas Nuryulianto mengatakan, uji pullorum dilakukan sebagai upaya pengawasan kesehatan unggas.

Khususnya ayam petelur dari ancaman penyakit pullorum atau yang dikenal sebagai penyakit berak putih.

Tim mengambil sebanyak 3.400 sampel darah dari 46 kandang ayam petelur. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode uji serum untuk mendeteksi keberadaan bakteri salmonella pullorum yang menjadi penyebab penyakit tersebut.

“Pullorum merupakan penyakit yang dapat berdampak serius terhadap produktivitas ayam petelur. Penyakit ini berpotensi menular dari induk ke telur sehingga bisa menurunkan produksi telur,” katanya.

Niko-panggilannya menuturkan, dari hasil pemeriksaan awal ditemukan beberapa sampel yang menunjukkan hasil positif pullorum.

Karena itu peternakan diberikan waktu selama 35 hari untuk melakukan tindakan pengendalian dan perbaikan kesehatan ternak sebelum dilakukan pengujian ulang. Uji ulang akan dilaksanakan pada 7 Juli 2026 khusus pada kandang yang terindikasi positif pullorum.

Beberapa langkah yang harus dilakukan peternakan selama masa pengendalian meliputi pemberian vitamin, antibiotik sesuai rekomendasi dokter hewan. Serta peningkatan hygiene dan sanitasi kandang secara berkala.

“Karena penyebabnya adalah bakteri, maka perlu dilakukan pengobatan dengan antibiotik yang tepat serta pemberian vitamin untuk meningkatkan kondisi kesehatan ternak,” pungkasnya. (ar/fun)

Editor : Abdul Wahid
#pullorum #ayam #ternak #unggas