Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Perkuat Ketahanan Pangan, Desa Clarak di Leces Probolinggo Kembangkan Bebek Petelur

Jamaludin Uno • Kamis, 4 Juni 2026 | 07:40 WIB
PETERNAKAN: Kepala Desa Clarak, Kecamatan Leces Imam Hidayat melihat kondisi bebek yang sedang berjemur di peternakannya. (Foto Jamaludin/Jawa Pos Radar Bromo)
PETERNAKAN: Kepala Desa Clarak, Kecamatan Leces Imam Hidayat melihat kondisi bebek yang sedang berjemur di peternakannya. (Foto: Jamaludin/Radar Bromo)

PEMERINTAH Desa (Pemdes) Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo terus berupaya memperkuat program ketahanan pangan di desanya. Tahun kemarin, program dijalankan melalui peternakan bebek petelur.

Program yang dijalankan sejak November 2025 tersebut kini menunjukkan hasil. Peternakan ini juga menjadi unit usaha yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Amanah.  Peternakan bebek petelur ini berada di Dusun Krajan I RT 3.

Sebanyak 200 ekor bebek diternak dalam sebuah kandang berukuran 24 meter x 13 meter yang dirancang cukup representatif. Kandang dilengkapi kolam memanjang yang digunakan sebagai tempat berenang bebek, serta beberapa petak yang menunjang aktivitas pemeliharaan ternak.

Kepala Desa Clarak, Imam Hidayat mengatakan, program peternakan bebek petelur dipilih sebagai salah satu bentuk penguatan ketahanan pangan desa sekaligus upaya menciptakan sumber pendapatan bagi BUMDes.

“Bebek-bebek ini mulai bertelur sejak Januari 2026. Saat ini produksinya mencapai sekitar 190 butir telur setiap hari,” katanya.

Menurut Imam, telur-telur yang dihasilkan tidak langsung dijual dalam bentuk mentah. Melainkan telur tersebut diolah menjadi telur asin sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

“Telur asin itu kami jual ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di Desa Sumberkedawung dan Desa Tegalsiwan dengan harga Rp3.000 per butir,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemilihan usaha peternakan bebek didasarkan pada potensi serta kemudahan dalam proses pemeliharaannya. “Dibanding ayam petelur, peternakan bebek petelur lebih mudah dan tidak ruwet,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini usaha peternakan ayam petelur sudah cukup banyak dijumpai di wilayah sekitar, sehingga bebek petelur menjadi alternatif yang memiliki prospek menjanjikan.

“Kalau peternakan ayam petelur di Kecamatan Leces ini sudah banyak. Akhirnya kami memilih peternakan bebek petelur dalam program ketahanan pangan tahun 2025,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, kebutuhan pakan juga relatif praktis karena menggunakan pakan jadi yang siap diberikan kepada ternak.

Setiap hari, kebutuhan pakan untuk ratusan ekor bebek tersebut mencapai sekitar 18 kilogram. “Pakan jadi ini lebih praktis dan tidak menimbulkan bau menyengat,” tambahnya.

Pemdes  Clarak berencana mengembangkan usaha peternakan tersebut. Saat ini, pemerintah desa telah menyiapkan bibit bebek petelur tambahan sebagai langkah memperbesar kapasitas produksi dan meningkatkan kontribusi program ketahanan pangan bagi masyarakat desa. 

MULUS: Kepala Desa Clarak Imam Hidayat bersama tim dari Kecamatan Leces meninjau jalan rabat beton yang dibangun tahun kemarin. (Foto Jamaludin/Jawa Pos Radar Bromo)
MULUS: Kepala Desa Clarak Imam Hidayat bersama tim dari Kecamatan Leces meninjau jalan rabat beton yang dibangun tahun kemarin. (Foto: Jamaludin/Radar Bromo)

Rampungkan Rabat Beton Sepanjang 280 Meter

Pemerintah Desa (Pemdes) Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur demi menunjang aktivitas masyarakat.

Termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satu pembangunan  yang telah direalisasikan tahun 2025 lalu adalah jalan rabat beton sepanjang 280 meter dengan lebar 3 meter di Dusun Krajan 2 RT 8.

Pembangunan jalan tersebut terbagi menjadi dua titik dalam satu lokasi yang dipisahkan oleh sebuah jembatan. Masing-masing titik memiliki panjang 140 meter dengan lebar 3 meter.

Keberadaan jalan rabat beton ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat Desa Clarak. Sebab, jalan ini menjadi salah satu akses utama yang digunakan setiap hari.

Selain digunakan sebagai jalur mobilitas warga, jalan tersebut juga merupakan akses menuju sebuah yayasan yang menaungi sejumlah lembaga pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMK.  

Saat ini, dengan kondisi jalan yang lebih baik, aktivitas belajar mengajar dan akses para siswa, guru, maupun wali murid menjadi lebih nyaman dan aman.

SOSIAL: Kepala Desa Clarak, Imam Hidayat (kiri) menyerahkan bantuan kepada salah satu KPM BLT Dana Desa beberapa waktu lalu. (Foto Jamaludin/Jawa Pos Radar Bromo)
SOSIAL: Kepala Desa Clarak, Imam Hidayat (kiri) menyerahkan bantuan kepada salah satu KPM BLT Dana Desa beberapa waktu lalu. (Foto: Jamaludin/Radar Bromo)

Kepala Desa Clarak, Imam Hidayat, mengungkapkan, sebelum dilakukan pembangunan, kondisi jalan tersebut berupa jalan aspal yang mengalami kerusakan cukup parah. 

Sejumlah titik jalan berlubang dan sering tergenang air saat musim hujan, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.

“Dulu kondisi jalan ini rusak dan banyak lubang. Ketika musim hujan, air menggenang di beberapa titik sehingga membuat pengguna jalan tidak nyaman. Bahkan kondisi tersebut cukup membahayakan bagi pengendara yang melintas,” ujarnya.

Menurut Imam, keluhan masyarakat terkait kondisi jalan tersebut sudah cukup lama disampaikan kepada pemerintah desa.

Akhirnya, tahun kemarin direalisasikan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan pendidikan.

Ia menambahkan, jalan yang dirabat beton tersebut juga memiliki fungsi strategis, karena menjadi akses penghubung menuju Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan.  

“Dengan infrastruktur yang lebih memadai, diharapkan mobilitas warga antarwilayah semakin lancar dan dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial maupun perekonomian masyarakat,” katanya. (uno/fun/*)

Editor : Abdul Wahid
#desa clarak #kecamatan leces #transparansi desa