Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Temukan Ribuan Kasus, Pemkab Probolinggo Sekat Penularan TBC

Achmad Arianto • Rabu, 3 Juni 2026 | 07:28 WIB
Ilustrasi TBC, diperankan oleh model.
Ilustrasi TBC, diperankan oleh model.

KRAKSAAN, Radar Bromo - Tingginya temuan pasien penyakit tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Probolinggo, terus menjadi perhatian serius.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo gencar melakukan skrining active case finding (ACF) untuk menekan potensi penyebarannya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Nina Kartika mengatakan, skrining ACF dilakukan secara sistematis.

Tujuannya menemukan kasus TBC secara aktif. Melalui pemeriksaan foto toraks terintegrasi dengan program kesehatan masyarakat.

“Kasus TBC masih jadi atensi. ACF ini dilakukan sebagai deteksi dini secara cepat. Khususnya bagi kelompok rentan dan kontak erat pasien TBC,” katanya.

Skrining ACF mencakup pemeriksaan gejala, layanan kesehatan, edukasi terkait bahaya dan penularan TBC. Kemudian pemeriksaan penunjang menggunakan Mobile X-Ray bagi masyarakat berisiko.

Melalui skrining, petugas kesehatan dapat menemukan masyarakat yang diduga terpapar TBC. Lantas menentukan warga yang memenuhi syarat menerima Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).

Jika telah ditemukan terduga TBC, petugas kemudian memberikan rujukan pemeriksaan bakteriologis.

Hal ini untuk memastikan masyarakat yang memenuhi kriteria mendapatkan TPT dan pendampingan pengobatan.

Nina mengatakan, dengan adanya ACF yang gencar dilaksanakan mobile ke setiap kecamatan ini, pihaknya berharap masyarakat semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini.

Sehingga kasus TBC dapat ditemukan kemudian ditindaklanjuti dengan penanganan medis sebelum menular kepada orang lain.

“Tentunya kami berharap angka penemuan kasus TBC meningkat, sehingga penanganan pasien dapat dilakukan lebih cepat. Dalam jangka panjang kualitas kesehatan masyarakat menjadi lebih baik,” jelasnya.

Diketahui, TBC menjadi perhatian serius karena sejak Januari sampai Selasa (26/5), telah ditemukan 1.365 orang positif TBC. Mereka memerlukan terapi dan penanganan medis untuk penyembuhan. (ar/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#angka #kasus tbc #pasien #dinkes