KRAKSAAN, Radar Bromo - Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Probolinggo benar-benar bukan hanya dimintai pertolongan terkait api.
Sejak Januari sampai Mei 2026, Damkar telah mendapatkan 145 laporan non-kebakaran. Mayoritas evakuasi tawon vespa.
Selain memiliki tugas utama memadamkan api, Damkar juga memiliki tugas lain berupa non-kebakaran atau rescue.
Bahkan, banyak insiden non-kebakaran yang dilaporkan ke Damkar.
Petugas yang mendapatkan laporan tidak serta merta menindaklanjutinya.
Namun terlebih dahulu memastikan kebenarannya. Kemudian, turun ke lapangan melakukan evakuasi.
“Setiap bulannya selalu banyak laporan. Tentunya petugas akan segera merespons laporan tersebut,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Bahaya Kebakaran dan Non-Kebakaran Satpol PP Kabupaten Probolinggo Andrea Persaulian.
Dari 145 laporan non-kebakaran, 60 persen merupakan laporan dan evakuasi sarang tawon vespa di lingkungan tempat tinggal.
Keberadaan tawon kerap dikeluhkan karena dapat menyengat orang yang berada dekat sarang.
Sementara itu, 40 persen laporan lainnya berupa evakuasi binatang liar masuk rumah, seperti biawak dan ular.
Lalu, evakuasi cincin yang tidak bisa dibuka. Evakuasi pohon tumbang dan penyiraman jalan kotor serta licin.
Kemudian, evakuasi sapi tercebur di sumur dan evakuasi lainnya yang dinilai mengancam keselamatan.
“Jenis laporannya bermacam-macam tapi sejauh ini mayoritas permohonan evakuasi tawon vespa,” katanya.
Andrea menambahkan, selama ada laporan yang berkaitan dengan keselamatan dan evakuasi. Pihaknya akan segera melakukan tindakan.
Sebab, petugas memiliki prinsip bahwa warga tidak akan melaporkan kejadian jika masih bisa ditangani sendiri.
“Banyak laporan yang kami terima. Kami berupaya semaksimal mungkin merespons laporan dari masyarakat,” ujarnya. (ar/rud)
Editor : Fahreza Nuraga