Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

37 Hektare Padi di Kabupaten Probolinggo Terserang Wereng, Begini Langkah Dinas Pertanian

Agus Faiz Musleh • Senin, 1 Juni 2026 | 08:10 WIB
TANGKAL HAMA: Sejumlah petani di Desa Sumberkembar, Kecamatan Pakauniran, memantau tanaman padinya yang terserang wereng. (Istimewa)
TANGKAL HAMA: Sejumlah petani di Desa Sumberkembar, Kecamatan Pakauniran, memantau tanaman padinya yang terserang wereng. (Istimewa)

KRAKSAAN, Radar Bromo- Sejumlah petani padi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Probolinggo harus bersabar. Tanaman padinya terserang hama wereng. Sejak Januari-Mei 2026, tercatat sekitar 37 hektare lahan pertanian terjangkit.

Serangan wereng itu terdeteksi di beberapa wilayah sentra pertanian. Di antaranya, di Kecamatan Besuk, ditemukan di Desa Jambangan seluas 10 hektare, Desa Besuk Agung 10 hektare, Desa Sindetlami 10 hektare, serta Desa Sindetanyar seluas 4 hektare. Di Kecamatan Pakuniran, ditemukan di Desa Sumberkembar seluas 2 hektare dan Desa Alaspandan seluas 1 hektare.

Pola serangan masih berupa spot-spot pada areal tanaman padi. Menindaklanjuti kondisi itu, Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo bersama petani dan petugas lapangan langsung menggelar gerakan pengendalian secara serempak di lokasi terdampak. Bertujuan menekan perkembangan wereng sekaligus mencegah meluasnya serangan ke lahan pertanian lain.

Ketua Kelompok Tani Binatani Sejahtera Desa Sumberkembar, Kecamatan Pakuniran, Ahmad Muzammil mengatakan, serangan wereng dalam sepekan terakhir menyerang tanaman padi yang sebagian besar telah memasuki fase menjelang panen. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menurunkan produktivitas padi bila tidak segera ditangani.

“Serangan wereng ini sangat merugikan petani karena tanaman padi yang terserang sebagian besar sudah mendekati masa panen. Sekitar dua hingga tiga minggu lagi panen. Jika tidak segera ditangani, tentu akan menurunkan produksi padi dan berdampak terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi menegaskan, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk melindungi produksi pertanian masyarakat. Begitu menerima laporan serangan wereng, petugas langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pengendalian bersama.

“Pestisida sudah kami distribusikan ke seluruh BPP di Kabupaten Probolinggo sebagai buffer stock. Dengan demikian, bila ada serangan mendadak di wilayah tertentu, petugas tidak perlu lagi mengambil ke kantor Dinas Pertanian sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif,” jelasnya.

Sejauh ini, sebagian besar lokasi terdampak telah dilakukan pengendalian secara serempak. Diperta juga terus melakukan pemantauan intensif guna memastikan perkembangan populasi wereng tetap terkendali dan tidak meluas ke areal pertanian lainnya. (mu/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#petani #padi #hama #Kecamatan #probolinggo