Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Meluber ke Trotoar, Sampah di Kraksaan Probolinggo Dikeluhkan Warga, DLH Lakukan Ini

Agus Faiz Musleh • Jumat, 29 Mei 2026 | 07:50 WIB
MENUMPUK: Tumpukan sampah di TPS Klojen, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, sempat dikeluhkan warga. (ISTIMEWA)
MENUMPUK: Tumpukan sampah di TPS Klojen, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, sempat dikeluhkan warga. (ISTIMEWA)

KRAKSAAN, Radar Bromo - Sampah yang menggunung di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Klojen, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, akhirnya ditangani.

Setelah dikeluhkan warga, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo turun tangan.

Sebelumnya, kondisi TPS dikeluhkan warga karena sampah sampai meluber ke trotoar. Menimbulkan aroma tak sedap dan muncul banyak tikus.

Salah seorang warga setempat, Asep mengatakan, penumpukan sampah mulai terjadi setelah dua TPS di kawasan Makam Pahlawan dan Kelurahan Semampir, ditutup. Banyak warga membuang sampah ke TPS Klojen.

“Sejak dua TPS itu ditutup, sampah di sini jadi makin banyak dan menumpuk. Kalau banjir, tentu sangat mengganggu. Kami berharap masalah ini bisa segera diselesaikan karena sudah cukup lama terjadi,” harapnya.

DLH pun turun tangan. Sejumlah armada pengangkut beserta alat berat diterjunkan untuk mengevakuasi sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Seboro.

“Secara kapasitas, sebenarnya ini sudah melebihi MoU pengambilan sampah. Namun karena kondisi di lapangan meluap dan sangat mengganggu warga, kami mengambil langkah cepat dengan melakukan pengangkutan tambahan demi kepentingan masyarakat,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Probolinggo Mishul Sauliyah Fitriawati.

Tidak hanya penanganan sementara, DLH juga menyiapkan langkah jangka panjang. Salah satunya mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah dengan melibatkan pemerintah kelurahan dan kecamatan.

“Harapannya, sampah bisa dipilah dan dikelola dari lingkungan masing-masing, sehingga tidak terjadi penumpukan berlebihan di TPS,” ujarnya. (mu/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#klojen #dlh #sampah #tps #Kraksaan