PAJARAKAN, Radar Bromo - Sudah beberapa kali jembatan Pajarakan dibenahi karena mengalami kerusakan. Setelah melakukan kajian, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim Bali berencana merehab total jembatan di jalur pantura Probolinggo untuk membangun konstruksi jembatan lebih kokoh.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN Jatim Bali Wahyu Wibowo mengatakan, rehab total perlu dilakukan setelah petugas melakukan pemantauan kondisi fisik jembatan dan kajian.
Diketahuilah jembatan utama penghubung antara Pajarakan dengan Kraksaan sekaligus penghubung antar provinsi ini sering mengalami kerusakan pada bagian sambungan dan struktur dasar jembatan.
Sehingga penguatan ulang agar jembatan menjadi lebih kokoh. “Rehab total perlu dilakukan pada jembatan Pajarakan. Saat ini masih dalam proses pemantapan,” katanya Selasa (26/5).
Perbaikan akan dilakukan secara menyeluruh. Mencakup pembongkaran dasar jembatan hingga pergantian besi beton. Tak heran jika rehabilitasi jembatan ini memerlukan pengerjaan konstruksi cukup lama.
Wibowo menuturkan, proyek tidak akan dimulai sebelum akses jalan tol Prosiwangi dioperasikan. Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kemacetan parah. Pasalnya volume kendaraan yang melintas cukup tinggi, khususnya saat pagi dan sore hari.
Pertimbangan matang perlu disusun karena bukan hanya merencanakan konstruksi jembatan. Ada rekayasa lalu lintas yang perlu dilakukan.
Saat rehabilitasi jembatan mulai dilaksanakan, tentu seluruh kendaraan roda empat untuk sementara waktu akan dialihkan.
Kendaraan rencananya akan diarahkan melintas masuk ke jalur jalan tol. Rekayasa lalu lintas tersebut juga masih akan dimatangkan lagi.
Rehabilitasi jembatan pajarakan dilakukan harapannya agar dapat memberikan kelancaran mobilitas kendaraan sekaligus konektivitas jalur logistik nasional.
“Pembongkaran total tidak bisa dihindari dan membutuhkan waktu lama. Nantinya rehab akan mengganti seluruh struktur besi beton. Sehingga jembatan kembali aman dilalui. Sementara pengerjaan rencananya akan dilakukan juli dengan estimasi pelaksanaan 3 bulan,” tuturnya.
Perbaikan jembatan pajarakan terakhir dilakukan BBPJN Jatim Bali Rabu (5/11) lalu. Pasalnya terjadi keretakan pelat lantai jembatan. Sehingga pembongkaran spot permukaan perlu dilakukan.
Perbaikan jembatan ini dilakukan setelah petugas melakukan pengecekan kondisi fisik jembatan. Kemudian menemukan kerusakan pada bagian permukaan jembatan.
Setelah dilakukan pengecekan rupanya kerusakannya berada pada bagian plat yang tertutup bagian lantai jalan. Namun perbaikan yang dilakukan masih termasuk pemeliharaan fisik jembatan. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid