Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Desa Tegalrejo Dringu Perkuat Jaring Pengaman Sosial-Layanan Kesehatan

Inneke Agustin • Senin, 25 Mei 2026 | 06:06 WIB
PEMBANGUNAN: Perangkat Desa Tegalrejo, Junaedi saat di lokasi pembangunan Koperasi Merah Putrih Desa Tegalrejo, Kecamatan Dringu. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
PEMBANGUNAN: Perangkat Desa Tegalrejo, Junaedi saat di lokasi pembangunan Koperasi Merah Putrih Desa Tegalrejo, Kecamatan Dringu. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

PEMERINTAH Desa (Pemdes) Tegalrejo, Kecamatan Dringu terus menunjukkan komitmennya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi desa.

Beragam bantuan dan pelayanan diberikan guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui penyaluran bantuan pangan (Bapang) kepada 475 keluarga penerima manfaat (KPM). Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan harian masyarakat kurang mampu di Desa Tegalrejo.

Kepala Desa Tegalrejo, Suharul Halim menjelaskan, penerima bantuan diprioritaskan bagi warga yang benar-benar membutuhkan dan belum menerima bantuan sosial lainnya agar pemerataan bantuan dapat berjalan lebih optimal.

“Harapan kami melalui bapang ini dapat meringankan beban ekonomi yang dirasakan masyarakat. Terutama ketika perekonomian seperti saat ini yang sedang tidak baik-baik saja,” terangnya.

TERTIB: Sejumlah warga tampak tertib antre pembagian bapang di Kantor Desa Tegalrejo, Kecamatan Dringu. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
TERTIB: Sejumlah warga tampak tertib antre pembagian bapang di Kantor Desa Tegalrejo, Kecamatan Dringu. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Pemdes Tegalrejo juga tetap menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) kepada enam penerima manfaat. Seluruh penerima merupakan warga yang tidak menerima Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan sosial lainnya.

Mayoritas penerima BLT DD merupakan warga lanjut usia berusia di atas 60 tahun yang dinilai membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah desa.

Di bidang kesehatan, kegiatan posyandu rutin tetap dilaksanakan setiap bulan dengan sasaran balita, remaja, hingga lansia. Kegiatan tersebut menjadi sarana pemantauan kesehatan masyarakat sekaligus edukasi kesehatan secara berkala.

Pelaksanaan sosialisasi kesehatan juga dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo serta kader kesehatan desa. “Jika ada yang perlu dirujuk maka akan kami rujuk ke Puskesmas Dringu,” katanya.

SEHAT: Kepala Desa Tegalrejo, Suharul Halim saat menunjukkan sejumlah piring MBG yang hendak dibagikan pada 3B Desa Tegalrejo, Kecamatan Dringu. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
SEHAT: Kepala Desa Tegalrejo, Suharul Halim saat menunjukkan sejumlah piring MBG yang hendak dibagikan pada 3B Desa Tegalrejo, Kecamatan Dringu. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Melalui posyandu, Pemdes Tegalrejo juga menyalurkan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program tersebut diharapkan mampu membantu menjaga pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.

Perhatian terhadap kesejahteraan warga juga diwujudkan melalui program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Tahun ini, bantuan RTLH diberikan kepada rumah milik Sugiono, 65, warga Dusun Tegalgede Wetan. Kondisi rumah tersebut sebelumnya dinilai kurang layak karena masih berdinding anyaman bambu dan berlantaikan tanah.

“Melalui program RTLH, kami berharap masyarakat dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman,” pungkasnya.

Kembangkan Koperasi Desa Merah-Putih dan Ketahanan Pangan

SELAIN memperkuat program sosial dan kesehatan masyarakat, Pemdes Tegalrejo juga terus mendorong penguatan ekonomi desa melalui pembangunan koperasi dan program ketahanan pangan berbasis masyarakat.

Salah satu langkah strategis yang saat ini tengah berjalan adalah dukungan terhadap pembangunan Gedung Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Hingga kini progres pembangunan gedung koperasi tersebut telah mencapai sekitar 80 persen. Kepala Desa Tegalrejo, Suharul Halim mengatakan pemerintah desa turut berperan dalam menentukan lokasi pembangunan melalui musyawarah desa (Musdes).

Lokasi yang dipilih berada di tanah kas desa (TKD) yang dinilai strategis dan mudah dijangkau masyarakat. “Kami membantu menentukan lokasinya melalui Musdes dan akhirnya dipilih tanah kas desa yang cocok,” katanya.

Lokasi koperasi berada dekat jalan poros desa dan tidak jauh dari permukiman warga. Keberadaan koperasi diharapkan nantinya mampu membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.

Saat ini pemdes juga mulai menggalang anggota koperasi sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait manfaat keberadaan koperasi desa tersebut.

“Harapannya melalui koperasi ini kebutuhan masyarakat dapat tercover dengan harga yang lebih rendah daripada beli di luaran,” ungkapnya.

Di sektor ketahanan pangan, sejak tahun 2024 Pemerintah Desa Tegalrejo juga mengembangkan program penggemukan ternak berupa domba dan sapi merah. Saat ini terdapat 16 ekor domba dan 10 ekor sapi yang dikelola dalam program tersebut.

Program ketahanan pangan ini diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan desa sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar.

“Harapannya ini bisa memberikan pendapatan pada desa serta masyarakat, dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” terangnya.

Sebagai desa yang mayoritas masyarakatnya bekerja di sektor pertanian, Pemdes Tegalrejo juga mulai mendorong penggunaan pupuk organik melalui pelatihan pembuatan pupuk fermentasi yang digelar pada Januari lalu.

Pelatihan tersebut dinilai penting sebagai upaya menjaga kesuburan lahan pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang penggunaannya kini semakin dibatasi.

Menurut Suharul Halim, sejumlah petani mulai menerapkan penggunaan pupuk organik di lahan mereka. Meski hasilnya belum terlihat secara instan, pemerintah desa optimistis langkah tersebut akan memberikan dampak positif bagi kualitas tanah dan hasil pertanian dalam jangka panjang.

“Petani kami sudah banyak mempraktekkan penggunaan pupuk organik sejak adanya pelatihan tersebut. Hasilnya memang masih belum tampak sekarang karena memang tidak akan instan. Tapi kami yakin ini akan menjaga sawah di sini jauh lebih subur ke depannya dan meningkatkan hasil panen,” pungkasnya. (gus/fun/*)

Editor : Abdul Wahid
#desa tegalrejo #kecamatan dringu #transparansi desa