PEMERINTAH Desa (Pemdes) Sekarkare terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang berfokus pada sektor pertanian, infrastruktur, hingga pemberdayaan masyarakat.
Sebagai desa yang mayoritas warganya bekerja sebagai petani bawang merah, berbagai program diarahkan untuk mendukung produktivitas.
Salah satu potensi penting yang dimiliki desa yang dipimpin Senadi ini adalah keberadaan embung desa yang selama ini dimanfaatkan sebagai tempat penampungan air.
Keberadaan embung tersebut menjadi sumber pendukung irigasi bagi lahan pertanian warga, terutama saat musim kemarau tiba.
Air yang tertampung di embung nantinya dialirkan ke area persawahan sekitar. Sehingga membantu kebutuhan pengairan tanaman bawang merah milik warga.
Dengan ketersediaan air yang lebih terjaga, produktivitas pertanian diharapkan tetap stabil dan mampu mendukung perekonomian masyarakat desa.
Untuk meningkatkan keamanan di kawasan embung, tahun ini Pemdes Sekarkare berencana membangun pagar pembatas di sekeliling area embung. Pagar tersebut memiliki panjang sekitar 160 meter dengan tinggi 1,8 meter dan menggunakan material besi BRC.
Kasi Pemerintahan Desa Sekarkare, Silaturrahman menjelaskan, pembangunan pagar dilakukan sebagai langkah preventif demi menjaga keselamatan masyarakat di sekitar lokasi embung.
“Tujuannya sebagai pengaman dan upaya preventif mencegah kejadian yang tak diinginkan,” jelasnya.
Pemdes juga berencana melanjutkan pembangunan infrastruktur pertanian melalui program rabat beton jalan usaha tani di Dusun Krajan pada pencairan Dana Desa tahap kedua nanti.
Pembangunan jalan usaha tani tersebut dinilai penting karena menjadi akses utama petani menuju lahan pertanian. Selama ini kondisi jalan saat musim hujan cukup menyulitkan aktivitas, terutama saat mengangkut hasil panen.
Dengan rabat beton, akses jalan diharapkan menjadi lebih aman dan nyaman dilalui. Bahkan nantinya jalan tersebut ditargetkan dapat dilintasi kendaraan roda empat sehingga proses distribusi hasil panen menjadi lebih mudah dan efisien.
“Ini akan memperkecil biaya ongkos angkut sehingga hasil panen bisa lebih tinggi dan berujung pada kesejahteraan masyarakat juga,” katanya.
Pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang desa dalam memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat Desa Sekarkare.
Gulirkan Berbagai Program Pemberdayaan
SELAIN fokus infrastruktur dan pertanian, Pemdes Sekarkare juga terus memperhatikan aspek kesehatan serta ketahanan pangan masyarakat melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi.
Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) misalnya, masih terus diberikan kepada lima penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga penerima.
Di bidang kesehatan, kegiatan posyandu rutin tetap digalakkan tiap bulan. Kegiatan ini menyasar berbagai kelompok masyarakat mulai dari balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga lansia. Melalui posyandu, pemdes juga menyalurkan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Program tersebut bertujuan menjaga kecukupan gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan agar kesehatan ibu dan anak tetap terjaga. “Mereka mendapat makanan bergizi tiap harinya ini untuk menjaga asupan gizi mereka,” tutur Silaturrahman.
Pemdes Sekarkare juga terus mengembangkan program ketahanan pangan desa melalui penggemukan dan breeding kambing Kaligesing, salah satu ras unggulan kambing Peranakan Etawa (PE). Saat ini jumlah kambing yang dikelola telah mencapai sekitar 50 ekor.
Program tersebut tidak hanya bertujuan mendukung ketahanan pangan desa, namun juga diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan baru bagi desa dan membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
“Harapan kami ini bisa mendatangkan pendapatan bagi desa dan memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” kata Kasi Pemerintahan Desa Sekarkare, Silaturrahman.
Berbagai program yang dijalankan tersebut menjadi bukti keseriusan Pemdes Sekarkare dalam membangun desa secara menyeluruh. (gus/fun/*)
Editor : Abdul Wahid