KRAKSAAN, Radar Bromo - Aksi pencurian barang dagangan yang berada di lingkungan Pasar Kebonagung, Kecamatan Kraksaan menjadi atensi Polsek Kraksaan. polisi masih terus mendalami aksi pencurian tersebut dengan harapan bisa menemukan pelaku yang membuat resah pedagang pasar.
Kapolsek Kraksaan Kompol Masykur mengatakan, laporan pencurian yang terjadi di lingkungan Pasar Kebonagung menjadi perhatian serius.
Hal ini dibuktikan ketika petugas mendapatkan laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP.
Minimnya saksi yang mengetahui kejadian tersebut membuat petugas harus melakukan penyelidikan secara mendalam.
Setelah melakukan olah TKP, petugas kemudian mengorek informasi dari korban. Pengurus pasar dan pedagang sekitar.
Informasi yang diperoleh untuk memperjelas kasus yang saat ini sedang diselidiki oleh Polsek Kraksaan.
“Keterangan dari korban sudah kami gali. Dari informasi yang diperoleh masih memerlukan pendalaman. Sehingga mengerucut pada terduga pelaku,” katanya.
Masykur menuturkan, sejauh ini masih belum ada laporan aksi pencurian di sekitar Pasar Kebonagung.
Untuk memastikan hal ini, kepolisian menggali informasi dari para pedagang. Polisi juga melakukan pemeriksaan terkait aksi pencurian tersebut apakah juga dialami oleh pedagang lain namun enggan untuk melaporkannya.
Masykur memastikan bahwa laporan kemalingan tersebut ditindaklanjuti. Namun untuk mengungkap perkara tersebut masih membutuhkan proses berdasarkan keterangan dan bukti yang kuat dapat mengungkap tersangka.
“Perkara masih berproses. Keterangan dari korban masih belum mengerucut pada terduga pelaku,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, maling beraksi di lingkungan Pasar Kebonagung, Kecamatan Kraksaan Selasa (19/5) pagi. Toko milik Titik Triharyanti, 39, warga Kelurahan Sidomukti dibobol maling.
Sejumlah barang dagangan dicuri. Barang yang hilang dicuri maling tersebut diantaranya adalah gula sekitar 50 kilogram, rokok, enam dus mie instan, dua dus pop mie, serta sejumlah barang kebutuhan lainnya. Korban mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp 5 juta. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid