KRAKSAAN, Radar Bromo–Ancaman penularan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Probolinggo masih belum mereda.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo bergerak dengan pola jemput bola melalui skrining Active Case Finding (ACF). Termasuk pemeriksaan keliling menggunakan Mobile X-Ray.
Ini dilakukan untuk menjaring kasus sejak dini di tengah masyarakat. Terutama pada kelompok rentan dan warga yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC.
Pemeriksaan tidak hanya menyasar gejala. Namun, juga disertai layanan kesehatan, edukasi penularan, serta pemeriksaan penunjang berbasis Mobile X-Ray bagi warga yang masuk kategori risiko.
Petugas kesehatan juga melakukan skrining aktif di lapangan, termasuk di Kecamatan Bantaran beberapa waktu lalu.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi deteksi dini agar kasus tidak terlambat ditemukan dan tidak meluas di masyarakat.
“Ini merupakan salah satu upaya memperkuat penemuan kasus TBC atau case finding melalui skrining sistematis. Sehingga deteksi dini bisa dilakukan lebih cepat, terutama bagi kelompok rentan dan kontak erat pasien TBC,” terang Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dr. Nina Kartika.
Baca Juga: Kasus TBC Bermunculan, Awal Tahun Sudah Temukan 121 Penderita
Dalam mekanismenya, hasil skrining petugas digunakan untuk mengidentifikasi warga yang diduga terpapar TBC.
Dari situ, tenaga kesehatan menentukan siapa saja yang memenuhi syarat untuk mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).
Warga yang terduga TBC kemudian dirujuk untuk pemeriksaan bakteriologis. Sekaligus dipastikan mendapat pendampingan pengobatan bila diperlukan.
Dinkes menekankan, pendekatan aktif ini tidak hanya berhenti pada penemuan kasus. Namun, juga pada tindak lanjut pengobatan agar penularan bisa ditekan.
Melalui skrining ACF berbasis Mobile X-Ray, Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo berharap angka penemuan kasus TBC meningkat. Dengan begitu, penanganan pasien bisa dilakukan lebih cepat dan risiko penularan dapat ditekan.
“Kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini. Dengan demikian kasus TBC dapat segera ditemukan dan ditangani sebelum menular lebih luas,” jelasnya. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi