
KRAKSAAN, Radar Bromo - Truk skylift milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo bertahun-tahun rusak. Namun hal itu tidak membuat petugas menyerah.
Mereka menggunakan alat seadanya untuk memangkas dahan pohon.
Cara ini cukup membahayakan petugas di lapangan. Sebab, mereka hanya menggunakan tangga biasa. Sementara dahan yang dijangkau rata-rata posisinya tinggi.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kabupaten Probolinggo Suryana Nuring Perbawani mengatakan, seharusnya memang pemangkasan pohon di tepi jalan menggunakan truk skylift. Namun truk itu sudah rusak bertahun-tahun.
Sebenarnya, perbaikan sudah dilakukan beberapa kali. Tetapi kondisinya saat ini sudah tidak bisa digunakan.
“Skylift sebenarnya ada satu unit. Tapi saat ini kondisinya rusak. Kerusakannya sekitar tahun 2021 lalu,” katanya.
Selama alat rusak itu, petugas memangkas dahan dan ranting pohon menggunakan tangga yang dipasang pada bak truk. Walaupun memang, berisiko atau berbahaya.
Jawa Pos Radar Bromo sempat mengikuti petugas saat membersihkan pohon di Jalan Panglima Sudirman Kraksaan dengan tangga. Sementara di pohon terdapat banyak kabel yang menjuntai.
Nuring menuturkan, pihaknya sudah berupaya mengusulkan agar melakukan pengadaan skylift baru.
Tetapi usulan tersebut belum terealisasi. Sehingga petugas terpaksa memangkas pohon menggunakan alat seadanya.
“Sementara waktu menggunakan alat seadanya dulu. Sambil lalu kami usulkan alat yang baru,” bebernya.
Pihaknya juga mengaku dilema, khususnya saat ada laporan dari masyarakat terkait kondisi pohon tepi jalan yang sudah rimbun dan berpotensi tumbang.
Karena skylift rusak, pihaknya tidak bisa bergerak cepat.Kalau sudah seperti itu, biasanya pihaknya berkoordinasi dengan dinas lain yang memiliki skylift.
“Kalau titik pemangkasan sudah tidak bisa dijangkau dengan tangga. Maka kami berkoordinasi dengan dinas lainnya. Pemangkasan pohon masuk tugas rutin, tetapi kami juga harus memperhatikan keselamatan petugas di lapangan,” terangnya. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi